Oleh:
Muhammad Yusuf, S.H., M.H.
(Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mamuju, Keluarga Besar Alumni Hipermaju)
Adik-adikku, para pemuda, pelajar, dan mahasiswa kebanggaan Mamuju…
Sejauh apa pun kaki melangkah, sejauh apa pun waktu membawa kita merantau, jangan pernah lupa di mana akar kita tertanam.
Di tanah rantau, kita mungkin dipisahkan oleh jarak, oleh kesibukan, bahkan oleh wilayah administrasi yang kini terbagi antara Mamuju, Mamuju Tengah, dan Pasangkayu. Namun satu hal yang tidak pernah berubah: di dalam nadi kita tetap mengalir darah yang sama—darah To Mamuju.
Karena itu, Hipermaju bukan sekadar organisasi.
Ia bukan hanya struktur kepengurusan yang berganti tiap periode.
Hipermaju adalah ikrar persaudaraan.
Sebuah janji batin yang mengikat kita sebagai keluarga, di mana pun kita berada.
Ia adalah rumah besar yang menyatukan mimpi para anak rantau Mamuju.
Di Tanah Rantau, Kita Adalah Keluarga
Di tanah orang, kalian adalah wajah pertama yang dilihat dunia tentang Mamuju.
Bukan jabatan yang dinilai pertama.
Bukan pula kekayaan.
Tetapi akhlak, solidaritas, dan cara kita memperlakukan sesama.
Karena itu, jangan biarkan ada saudara kita yang terjatuh tanpa tangan yang menopang.
Jangan biarkan ada adik kelas yang menahan lapar tanpa sepiring nasi hangat.
Jangan biarkan ada sesama perantau yang patah semangat tanpa kata-kata penguat.
Di sinilah makna persaudaraan itu hidup.
Saling menghidupi.
Saling melindungi.
Saling memajukan.
Inilah nilai luhur yang diwariskan leluhur kita dalam semangat Anggatan Pembolongan To Mamuju—persatuan yang tidak retak oleh waktu.
Jika satu orang berhasil, itu bukan kemenangan pribadi.
Itu adalah tangga bagi yang lain untuk ikut naik.
Jika satu orang mencapai mimpi, itu adalah bukti bahwa kita semua juga bisa.
Kebanggaan Sejati Ada pada Dukungan
Hari ini kita menyaksikan dengan bangga bagaimana alumni Hipermaju telah banyak hadir di berbagai posisi strategis, bahkan di pucuk kepemimpinan provinsi.
Itu bukan sekadar keberhasilan individu.
Itu adalah bukti bahwa Hipermaju adalah kawah candradimuka yang menempa pemimpin.
Dari organisasi ini lahir generasi yang tidak hanya bermimpi besar, tetapi juga berani mengambil tanggung jawab untuk daerahnya.
Keberhasilan mereka adalah kebanggaan kita semua.
Dan seharusnya keberhasilan itu menjadi api semangat bagi generasi berikutnya untuk berkata:
“Jika kakak-kakak kita bisa, maka kita pun pasti bisa.”
Namun ada satu hal yang harus selalu kita jaga.
Keberhasilan kader Hipermaju adalah aset bersama yang harus kita dukung, bukan kita jatuhkan.
Ketika saudara kita naik, kita harus menjadi penyangga yang kokoh, bukan tangan yang menariknya turun.
Karena dalam tradisi luhur To Mamuju, menjatuhkan saudara sendiri adalah luka terbesar dalam persaudaraan.
Menjaga Nyawa Persatuan
Hipermaju tidak boleh hanya hidup di atas kertas.
Tidak boleh hanya menjadi tempat berkumpul tanpa arah.
Ia harus hidup dalam kolaborasi, solidaritas, dan keikhlasan.
Mari kita jadikan organisasi ini sebagai ruang untuk tumbuh bersama.
Sebagai jembatan yang menghubungkan mimpi-mimpi anak Mamuju di berbagai penjuru negeri.
Mari kita buktikan bahwa kita bisa:
Sukses tanpa melupakan asal.
Hebat tanpa meninggalkan saudara.
Mencapai puncak tanpa menutup jalan bagi yang lain.
Karena kesuksesan sejati bukan ketika kita berdiri sendirian di puncak tertinggi.
Tetapi ketika kita bisa berkata dengan bangga:
“Aku sampai di sini bersama saudara-saudaraku.”
Satu darah.
Satu rasa.
Satu tujuan: kejayaan Mamuju.
Tulisan ini saya persembahkan sebagai ungkapan cinta dan harapan bagi seluruh keluarga besar Hipermaju, menjelang Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Alumni Hipermaju pada Senin, 16 Maret 2026, di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Barat.
Semoga kebersamaan ini terus menjadi energi untuk menjaga nyawa persaudaraan kita di mana pun berada.
Hipermaju Jaya!
To Mamuju Berjaya!
Mamuju di hati, selamanya.













