

Oleh : Wulandari
Teroris didefenisikan sebagai orang atau kelompok yang dalam meraih tujuan nya menggunakan kekerasan, dan baru-baru ini perhatian umat tertuju pada kasus bom makar di Makassar dan aksi teror di mabes polri oleh seorang wanita dan kesimpulan dari kedua kasus tersebut adalah merupakan aksi terorisme. Sebelumnya umat tidak pernah mengenal kata teroris, kata teroris sendiri pertama kali muncul di Amerika dan di suarakan oleh presiden Amerika kala itu yaitu George Walker Bush pada saat peristiwa 911 runtuh nya gedung WTC Amerika akibat ditabrak oleh pesawat. Dari peristiwa tersebut muncullah kata “aksi terorisme”, dan pelakunya di sebut oleh Amerika dengan kata “ teroris”.
Bermula dari peristiwa 911 runtuhnya gedung WTC, Amerika mulai mengatakan perang terhadap terorisme “War On Terorisme” dan mencari pelaku dari aksi terorisme tersebut dan di pilihlah Afganistan sebagai negara pelaku teroris tersebut dengan ber anggapan bahwa Osama Bin Laden di Afganistan lah pelakunya dengan senjata pemusnah massalnya, dengan di pilihnya target maka Amerika sah dimata dunia melakukan invasi besar-besaran kepada Afganistan dengan dalih “melawan terorisme” yang dual kepada dunia agar umat Islam di dunia tidak marah dan agar barat secara absah melakukan tindakan apapun terhadap dunia Islam, Afganistan di serang, Irak di hancurkan dan negara lainnya di tekan siapa mau mengikuti Amerika.
Padahal faktanya sampai detik ini Amerika masih belum dapat membuktikan ada atau tidaknya senjata pemusnah massal itu, dan Osama Bin Laden sebagai dalangnya, jadi wajarlah apabila para cendikiawan muslim mengatan War On Terrorisme yang sering di kampanyekan oleh Amerika adalah antara fakta dan propaganda.
Osama Bin Laden dengan kelompoknya Al-Qaida adalah kelompok yang sangat tegas dalam mengamalkan seluruh syariat Islam. Dengan semakin berjalannya waktu kekuatan umat Islam semakin maju dan luas dengan populasi terbanyak pertama di dunia yaitu umat islam sebanyak 1,4 miliar, ditambah semakin banyaknya organisasi-organisasi islam yang terus menyerukan untuk menghidupkan kembali syariat Islam dengan sistem Islamnya yang akan menyatukan kembali 50 negara-negera muslim di dunia menjadi 1 negara yang akan menjadi negara adidaya Islam terkuat di dunia.
Dan kekuatan inilah yang di analisa oleh pihak Amerika yang apabila kekuatan dan persatuan negeri-negri Islam ini terwujud maka akan mengancam kekuasaan Amerika sebagai negara adidaya, sehingga Amerika tidak akan bisa lagi menguasai tambang emas, minyak, gas, batubara dan lain-lain yang terbesar di dunia yang semuanya ada di negara-negara muslim.
Oleh karena itu dunia Islam harus dilemahkan dengan berbagai cara, salah satunya dengan isu terorisme ini. Di ciptakanlah tragedi WTC agar tampak seolah benar bahwa dunia saat ini tengah menghadapi terorisme global, padahal banyak bukti yang menunjukan bahwa tragedi WTC itu dihancurkan oleh orang Amerika itu sendiri untuk mencegah kebangkitan dan persatuan Islam dan menghancurkan citra Islam yang penuh rahmat menjadi penuh teroris sehingga wujud bagi sebagian pemeluknya menjadi fobia dengan ajaran agamanya sendiri, fobia dengan kata syariah, jihad, khilafah, amirul mukminin dan lain-lain.
Inilah yang di inginkan oleh Amerika agar umat Islam fobia dengan ajarannya sendiri karena takut disebut teroris dan ditangkap oleh densus 88. Dan isu teroris ini akan terus dikampanyekan, dan dijadikan lahan bisnis untuk mengalihkan isu atau bisnis untuk menghancurkan dan menguasai suatu negeri dengan memanfaatkan siapa pun baik pria, wanita, anak-anak dan lain-lain. Dan bisnis teroris ini akan terus ada selama yang merasa terancam masih ada. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi negeri-negeri muslim dari serangan makar-makar musuh Islam. Allahu a’lam bissawab













