Wakatobi – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Hasanuddin (KKN Unhas) Gelombang 115 Tematik Maritim melaksanakan program pemberdayaan ekonomi kreatif masyarakat pesisir melalui produksi Kerupuk Pia di Desa Wapia-Pia, Kecamatan Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi.
Program tersebut digelar dua kali yakni: melaksanakan praktik pembuatan produk pada Senin 12 Januari 2026 di salah satu rumah warga setempat, serta sosialisasi dan perkenalan produk pada 19 Januari 2026 di Balai Desa Wapia-Pia. Kegiatan ini dihadiri warga desa, aparat desa, serta pengurus BUMDes.
Mengusung tema “Kerupuk Pia: Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Masyarakat Pesisir melalui Diversifikasi Produk Olahan Ikan,” kegiatan ini bertujuan meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan nelayan.
Penginisiasi kegiatan, Mahasiswa KKN Unhas, Nur Nia Ramadhani, menjelaskan bahwa program tersebut hadir sebagai solusi atas melimpahnya hasil laut yang selama ini hanya dijual dalam bentuk mentah dengan harga yang fluktuatif.
“Warga selama ini bergantung pada penjualan ikan mentah dengan harga yang tidak menentu,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).
Menurutnya, sebagai wilayah pesisir dengan potensi laut yang besar, Desa Wapia-Pia belum memaksimalkan pemanfaatan sumber daya tersebut.
Karena itu, mahasiswa KKN memperkenalkan diversifikasi produk olahan ikan menjadi kerupuk sebagai alternatif usaha bernilai tambah.
Mahasiswa Program Studi Kehutanan, Fakultas Ilmu Kehutanan Unhas itu menambahkan, proses produksi dilakukan langsung bersama kelompok ibu rumah tangga setempat.
Adapun tahapan praktik meliputi menghaluskan ikan, mencampur adonan dengan tepung, membentuk dan mengukus adonan, pengirisan, penjemuran, hingga proses penggorengan kerupuk ikan.
Setelah praktik produksi, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi dan perkenalan produk di Balai Desa Wapia-Pia sebagai langkah awal membuka peluang pemasaran dan pengembangan usaha berbasis desa.
Salah seorang pengurus BUMDes, Wa Ipa, mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKN. Ia menilai program tersebut dapat menjadi peluang usaha baru yang dikelola BUMDes untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.
“Tentunya sangat senang dengan pembuatan kerupuk ikan ini, karena dapat dikembangkan menjadi produk BUMDes yang bermanfaat untuk meningkatkan pendapatan warga,” ujarnya.
Program ini juga sejalan dengan target SDGs Desa, antara lain Tanpa Kemiskinan (SDGs 1), Kesetaraan Gender (SDGs 5), Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (SDGs 8), serta Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (SDGs 12).
Diharapkan, inisiatif ini mampu meningkatkan keterampilan kewirausahaan masyarakat, mengurangi ketergantungan pada tengkulak, serta menjadi model pengembangan ekonomi kreatif berkelanjutan bagi masyarakat pesisir. (*)













