Kampus  

HIMAGRO Unhas Gelar ToT Pestisida Nabati, Edukasi Pengendalian Hama Ramah Lingkungan

Mahasiswa program studi budidaya pertanian Faperta Unhas melaksanakan sesi kegiatan ToT praktik pembuatan pestisida nabati dan foto bersama di Aula Fakultas Pertanian Unihas, Jumat (13/3/2026). (Foto: Farrah Ainun/ Ist.)

Makassar – Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Agronomi (HIMAGRO) Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar kegiatan Training of Trainers (ToT) bertema pestisida nabati, pada Jumat (13/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Fakultas Pertanian Unhas, Makassar ini diikuti oleh mahasiswa program studi budidaya pertanian yang antusias memperdalam pengetahuan terkait pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) secara ramah lingkungan.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program GROOVE (Garden of HIMAGRO for Opportunities & Value Education) yang diinisiasi oleh Divisi Keprofesian HIMAGRO.

Program ini dirancang sebagai wadah pengembangan wawasan, keterampilan, serta kompetensi mahasiswa di bidang agronomi.

Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya memperoleh pemahaman secara teoritis, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar secara langsung mengenai pemanfaatan bahan-bahan alami sebagai pestisida nabati.

Baca juga  Mahasiswa KKN Unhas 115 Sosialisasikan Program BUDIKDAMBER di Desa Dongi Sidrap

Rangkaian kegiatan dimulai pada pukul 13.00 WITA dengan pelaksanaan pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman awal peserta mengenai pestisida nabati.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembukaan oleh moderator serta sambutan dari perwakilan HIMAGRO dan pihak fakultas.

Pada sesi utama, peserta mendapatkan materi dari Andi Jaemil Al Bachry, S.P. yang membahas konsep dasar, fungsi, serta manfaat pestisida nabati dalam sistem budidaya tanaman.

Dalam paparannya dijelaskan bahwa pestisida nabati merupakan pestisida yang berasal dari bahan alami, khususnya tanaman yang memiliki senyawa aktif yang mampu mengendalikan hama maupun penyakit tanaman.

Selain lebih aman bagi lingkungan, pestisida nabati juga memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya biaya pembuatan yang relatif murah serta bahan baku yang mudah ditemukan di sekitar lingkungan pertanian.

Baca juga  Sentra Vaksinasi Disabilitas IKA Unpad, Targetkan 20.000 Dosis

Karena itu, pemanfaatannya dinilai dapat menjadi salah satu alternatif solusi dalam mendukung praktik pertanian yang lebih berkelanjutan.

Kegiatan ini juga dikemas secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dan pemateri. Tidak hanya itu, peserta juga mengikuti praktik langsung pembuatan serta pengaplikasian pestisida nabati sehingga mereka dapat memahami prosesnya secara nyata dan aplikatif.

Salah satu peserta kegiatan, Nurul Hijriyah, menyampaikan bahwa edukasi mengenai pestisida nabati memberikan wawasan baru terkait alternatif pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan dibandingkan penggunaan pestisida kimia yang berpotensi merusak lingkungan serta berdampak pada kesehatan manusia.

Baca juga  HIMAGRO Unhas Gelar Training IoT, Dorong Mahasiswa Kuasai Teknologi Pertanian Modern

Menurutnya, pestisida nabati berasal dari bahan alami seperti daun yang mengandung senyawa aktif yang mampu membantu mengendalikan hama tanaman.

Namun demikian, Nurul juga menilai bahwa penerapan pestisida nabati di lapangan masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama masih terbatasnya pengetahuan masyarakat maupun petani mengenai cara pembuatan serta penggunaan pestisida nabati yang tepat dan efektif.

Melalui kegiatan ini, HIMAGRO berharap mahasiswa agronomi dapat mengembangkan pengetahuan serta keterampilan yang diperoleh untuk diterapkan dalam kegiatan budidaya tanaman, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. (Farrah)