Bantaeng – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 115 Tematik Inovasi Daerah melaksanakan program kerja penyusunan Peta Potensi Desa di Desa Bonto Majannang, Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng.
Kegiatan tersebut berlangsung sejak 17 Januari hingga 11 Februari 2026 sebagai upaya mendorong pembangunan desa yang terukur dan berbasis data.
Mahasiswa KKN penginisiasi kegiatan, Adija Balkis Gusri, mengatakan program ini bertujuan mendata serta memetakan seluruh potensi yang dimiliki Desa Bonto Majannang secara komprehensif.
“Pemetaan ini dilakukan agar potensi Desa Bonto Majannang dapat tergambar secara menyeluruh dan menjadi acuan dalam perencanaan pembangunan desa ke depan,” ujarnya, Minggu (15/2/2026).
Mahasiswa Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan Unhas ini menjelaskan, proses pemetaan dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari observasi lapangan, wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat, pengumpulan data sekunder, hingga analisis serta visualisasi spasial menggunakan perangkat digital.
Fokus utama pemetaan mencakup sektor unggulan desa, seperti pertanian dan peternakan, serta berbagai potensi riil lainnya yang berkembang di masyarakat. Peta yang disusun berbasis pada kondisi faktual di lapangan.
“Peta ini hadir sebagai dasar perencanaan bagi pemerintah desa. Dengan visualisasi data yang akurat, diharapkan setiap kebijakan dan program yang diambil lebih tepat sasaran, efisien, dan benar-benar sesuai kondisi lapangan,” jelasnya.
Setelah proses penyusunan rampung, peta potensi tersebut pada 12 Februari 2026, diserahkan secara resmi kepada Pemerintah Desa Bonto Majannang.
Penyerahan peta potensi itu disambut baik oleh pemerintah desa setempat. Salah seorang staf desa, Jamaluddin, S.IP., mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKN karena dinilai sangat membantu dalam proses perencanaan pembangunan.
“Kami sangat berterima kasih atas kontribusi mahasiswa KKN Unhas Tematik Inovasi Daerah. Peta ini sangat membantu kami dalam memetakan potensi desa yang selama ini belum terdokumentasi secara visual,” tuturnya.
Menurutnya, dokumen tersebut akan menjadi referensi penting dalam penyusunan dan pengajuan program pembangunan, sekaligus mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam memajukan desa.
Selama pelaksanaan kegiatan, mahasiswa KKN mendapat dukungan penuh dari perangkat desa dan masyarakat. Partisipasi aktif warga menjadi faktor penting dalam keberhasilan program ini, sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan yang melibatkan masyarakat secara langsung akan memberikan dampak yang lebih besar.
Program ini menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui penerapan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah.
Peta potensi tersebut diharapkan menjadi dokumen resmi desa yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk mendukung pembangunan Desa Bonto Majannang ke depan. (*)













