Kampus  

HIMAGRO Unhas Gelar Training IoT, Dorong Mahasiswa Kuasai Teknologi Pertanian Modern

Kegiatan Training of Trainers (ToT) Pengenalan Internet of Things (IoT) dengan peserta mahasiswa angkatan 2024 dan 2025, di Aula Faperta Unhas, Kamis (5/3/2026). (Foto: Farrah/ Ist.)

Makassar – Badan Eksekutif Himpunan Mahasiswa Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin (HIMAGRO Faperta Unhas) menggelar kegiatan Training of Trainers (ToT) Pengenalan Internet of Things (IoT) di Aula Faperta Unhas, Kamis (5/3/2026).

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan wawasan mahasiswa mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam sektor pertanian modern.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja GROOVE (Garden of HIMAGRO for Opportunities & Value Education) dengan pemberian Training of Trainer (ToT) kepada peserta, mahasiswa angkatan 2024 dan 2025, yang berfokus pada pengembangan kompetensi serta keprofesian mahasiswa Agronomi.

Melalui kegiatan ini, para peserta diperkenalkan pada konsep dasar Internet of Things (IoT) serta penerapannya dalam sistem budidaya tanaman berbasis teknologi yang mampu meningkatkan efisiensi dan ketepatan dalam pengelolaan lahan pertanian.

Baca juga  Warga Pulau Karampuang Butuh Air Bersih dan Tenaga Medis, Nelayan masih Trauma Melaut

Ketua Badan Eksekutif HIMAGRO Faperta Unhas periode 2025–2026, Muh. Rizky, menyampaikan bahwa perkembangan teknologi di sektor pertanian menuntut mahasiswa tidak hanya memahami teknik budidaya konvensional, tetapi juga mampu beradaptasi dengan inovasi teknologi digital.

Rizky menambahkan, pengenalan teknologi IoT diharapkan dapat membuka wawasan mahasiswa dalam memanfaatkan teknologi sensor untuk memantau kondisi lingkungan tanaman secara real-time.

Materi pada kegiatan ini disampaikan oleh Rahman Aswandi, yang memaparkan pengenalan Internet of Things (IoT) serta contoh penerapannya dalam budidaya tanaman.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan rangkaian agenda yang meliputi pre-test, penyampaian materi, sesi diskusi, praktik sederhana penggunaan sensor, hingga post-test sebagai bentuk evaluasi pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan.

Baca juga  HIMAGRO Unhas Gelar ToT Pestisida Nabati, Edukasi Pengendalian Hama Ramah Lingkungan

Salah seorang peserta kegiatan, Andi Joy Mannawi, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa.

“Pemberian edukasi mengenai Internet of Things (IoT) ini sangat memberikan dampak nyata bagi mahasiswa dalam mempelajari, memahami, serta menyadari pentingnya menguasai dan menerapkan teknologi IoT. Bahkan, teknologi ini dapat dipadukan dengan AI seperti ChatGPT yang membantu dalam menyusun coding, misalnya pada sensor kelembaban tanah menggunakan Arduino,” ujarnya.

Kegiatan ToT ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan sektor pertanian modern yang semakin menekankan efisiensi produksi serta pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan sumber daya.

Baca juga  Serunya Pemilihan Ketua Kos Putri di Lutang, Ada Serangan Fajar?

Dengan teknologi IoT, berbagai parameter lingkungan seperti suhu, kelembapan, hingga kondisi tanah dapat dipantau secara otomatis sehingga proses pengambilan keputusan dalam budidaya tanaman menjadi lebih akurat dan tepat.

Melalui kegiatan ini, HIMAGRO Faperta Unhas berharap para peserta dapat menjadi agen penyebaran pengetahuan yang mampu memperkenalkan dan menerapkan teknologi IoT di bidang pertanian.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah nyata dalam mempersiapkan mahasiswa Agronomi agar siap menghadapi tantangan pertanian masa depan yang semakin berbasis inovasi dan teknologi digital. (Farrah)