Kampus  

Mahasiswa KKN Unhas 116 Gelar Program PELITA, Edukasi Listrik Rumah Tangga di Pekkabata Pinrang

Pinrang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Hasanuddin Gelombang 116 (Mahasiswa KKN Unhas 116) Tematik Inovasi Desa, menggelar Program PELITA (Pintar Edukasi Listrik Rumah Tangga) di Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada 9 dan 10 Agustus 2026 di beberapa rumah warga, dan berfokus pada edukasi keselamatan kelistrikan, khususnya sebagai upaya mencegah risiko kebakaran akibat korsleting atau arus pendek, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menghemat energi.

Penggagas Program PELITA, Rosindus Seko Sikone, mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Unhas, mengatakan program tersebut dirancang berdasarkan hasil observasi di lapangan.

Dari hasil pengamatan, masih ditemukan sejumlah kebiasaan penggunaan listrik rumah tangga yang berpotensi menimbulkan bahaya.

“Beberapa kebiasaan tersebut di antaranya adalah penumpukan steker pada colokan cabang atau colokan T, penggunaan kabel yang tidak berstandar SNI (Standar Nasional Indonesia), serta kebiasaan membiarkan pengisi daya atau charger tetap menancap di stopkontak meski tidak digunakan,” ungkap Rosindus, Kamis (13/8/2026).

Baca juga  Warga Pulau Karampuang Butuh Air Bersih dan Tenaga Medis, Nelayan masih Trauma Melaut

Dalam pelaksanaannya, edukasi dilakukan secara langsung dengan mendatangi rumah-rumah warga. Selain edukasi dari rumah ke rumah, mahasiswa juga menggelar dialog interaktif mengenai keselamatan penggunaan listrik. Poster edukasi turut ditempel di sejumlah titik strategis agar informasi mudah dibaca dan menjadi pengingat bagi masyarakat.

Rosindus menjelaskan, edukasi keselamatan listrik penting dilakukan karena sejumlah kebiasaan yang dianggap sepele justru dapat memicu risiko serius.

“Edukasi kelistrikan sering kali terabaikan, padahal banyak kebiasaan sepele yang sangat fatal. Misalnya, kebiasaan menggunakan kabel gulung (roll) untuk alat berdaya besar tanpa menarik habis seluruh kabelnya,” jelasnya.

Baca juga  Mahasiswa KKN Unhas 115 Gelar Pelatihan Label Produk UMKM dan Digitalisasi Pemetaan Google Maps di Kelurahan Wala Sidrap

Menurutnya, kabel yang masih tergulung dan digunakan untuk perangkat berdaya besar dapat mengalami peningkatan panas. Jika panas terakumulasi, kondisi tersebut berpotensi merusak lapisan isolasi kabel dan meningkatkan risiko kebakaran.

“Panas ini terperangkap, melelehkan kulit kabel dari dalam, dan bisa memicu kebakaran tiba-tiba tanpa membuat meteran listrik anjlok,” tambah Rosindus.

Tak hanya soal keselamatan, Program PELITA juga memberikan edukasi mengenai pemborosan energi akibat vampire power atau konsumsi listrik ketika perangkat elektronik masih terhubung ke sumber listrik meski tidak sedang digunakan.

Melalui simulasi sederhana, warga diberikan pemahaman bahwa kebiasaan mencabut steker televisi, kipas angin, charger gawai, dan perangkat elektronik lainnya setelah digunakan dapat membantu mengurangi konsumsi listrik yang tidak diperlukan.

Baca juga  Prof Jamaluddin Jompa Resmi Dilantik sebagai Rektor Unhas 2026–2030

Edukasi tersebut diharapkan membuat masyarakat lebih memahami bahwa penghematan energi dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di dalam rumah.

Pemerintah Kelurahan Pekkabata bersama masyarakat menyambut antusias kehadiran Program PELITA yang digagas mahasiswa KKN Unhas tersebut.

Salah seorang warga, Amiruddin, berharap edukasi yang diberikan mahasiswa dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kehadiran Program PELITA diharapkan mampu mengubah kebiasaan kelistrikan masyarakat menjadi lebih aman, cerdas energi, dan mandiri, sehingga lingkungan pemukiman terhindar dari ancaman kecelakaan kelistrikan di masa mendatang,” tutur Amiruddin.

Program PELITA menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Unhas 116 dalam meningkatkan literasi masyarakat, sekaligus mendorong perilaku yang lebih aman dan bijak dalam penggunaan energi listrik di tingkat rumah tangga. (*)