Maros – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Hasanuddin Gelombang 116 (Mahasiswa KKN Unhas 116) Tematik Perubahan Iklim menggelar Seminar Hasil Program Kerja sebagai bagian dari rangkaian akhir masa pengabdian di Desa Jenetaesa, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, Jumat (14/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Jenetaesa tersebut menjadi forum bagi mahasiswa untuk memaparkan capaian, luaran, serta manfaat berbagai program yang telah dilaksanakan selama berada di tengah masyarakat.
Muhammad Irgi Abayl Marzuku selaku koordinator mahasiswa KKN Unhas 116 posko desa Jenetaesa Maros, mengatakan, seminar hasil program kerja dihadiri para aparat desa dan masyarakat Desa Jenetaesa.
“Dihadiri unsur Pemerintah Desa Jenetaesa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, serta pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program KKN,” ujar Muhammad Irgi.
Rangkaian kegiatan diawali pembukaan, pembacaan doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Universitas Hasanuddin, laporan pelaksanaan KKN, serta sambutan dari sejumlah pihak. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan hasil program kerja mahasiswa.
Dalam pemaparan tersebut, mahasiswa menyampaikan hasil pelaksanaan enam program kerja yang terdiri atas satu program flagship dan lima program individu.
Program-program tersebut mengangkat sejumlah isu yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari lingkungan, perubahan iklim, kesiapsiagaan bencana, pengelolaan sampah, hingga pemanfaatan teknologi dan sumber daya.
Salah satu luaran utama yang dipaparkan adalah Peta Kerawanan Banjir dan Kekeringan Desa Jenetaesa.
Peta tersebut disusun untuk memberikan informasi mengenai wilayah yang memiliki potensi kerawanan terhadap banjir dan kekeringan. Luaran ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi bagi pemerintah desa dan masyarakat dalam memahami kondisi wilayah sekaligus mendukung upaya mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Selain program flagship, mahasiswa juga memaparkan lima program individu, yakni sosialisasi pengelolaan sampah, sosialisasi perubahan iklim, sosialisasi dan demonstrasi kesiapsiagaan bencana melalui Early Warning System (EWS), edukasi kelistrikan rumah tangga, serta pengolahan sampah organik menjadi kompos.
Berbagai program tersebut tidak hanya berorientasi pada edukasi, tetapi juga menghasilkan luaran yang diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat setelah masa pengabdian mahasiswa berakhir.
Dokumentasi kegiatan, proses pelaksanaan, hingga hasil dari masing-masing program turut dipaparkan sebagai bentuk pertanggungjawaban mahasiswa atas program kerja yang telah dijalankan selama berada di Desa Jenetaesa.
Sekretaris Desa Jenetaesa, M. Rusli, menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi mahasiswa KKN Unhas selama melaksanakan pengabdian di wilayah tersebut.
Menurutnya, berbagai program yang dilaksanakan mahasiswa memberikan tambahan pengetahuan sekaligus manfaat bagi masyarakat.
“Program yang telah dilaksanakan mahasiswa KKN memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami berharap apa yang telah diberikan selama berada di desa dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan, meskipun masa pengabdian mahasiswa telah berakhir,” ujar M. Rusli.
Apresiasi juga disampaikan Jamaluddin selaku Bhabinkamtibmas Desa Jenetaesa, khususnya terhadap program yang berkaitan dengan kesiapsiagaan bencana.
Menurutnya, edukasi dan demonstrasi mengenai Early Warning System (EWS) menjadi langkah penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat menghadapi potensi bencana.
“Kesiapsiagaan merupakan hal yang penting bagi masyarakat. Dengan adanya sosialisasi dan demonstrasi seperti ini, masyarakat dapat lebih memahami langkah yang perlu dilakukan ketika terjadi kondisi darurat,” ungkap Jamaluddin.
Usai pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi kritik dan saran. Sesi tersebut menjadi ruang evaluasi bagi mahasiswa sekaligus kesempatan bagi pemerintah desa dan masyarakat untuk memberikan masukan terhadap program yang telah dilaksanakan.
Berbagai masukan yang disampaikan diharapkan dapat menjadi bahan pengembangan serta mendukung keberlanjutan luaran program di Desa Jenetaesa.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan plakat sebagai simbol apresiasi dan terjalinnya kerja sama antara mahasiswa KKN dan Pemerintah Desa Jenetaesa. Kegiatan ditutup dengan foto bersama.
Melalui Seminar Hasil Program Kerja tersebut, mahasiswa KKN Unhas berharap berbagai luaran yang telah dihasilkan tidak berhenti setelah masa pengabdian berakhir.
Peta Kerawanan Banjir dan Kekeringan, edukasi lingkungan, kesiapsiagaan bencana, edukasi kelistrikan, serta program pengelolaan sampah diharapkan dapat terus dimanfaatkan masyarakat dan menjadi bagian dari upaya Desa Jenetaesa dalam memperkuat ketahanan lingkungan serta kesiapsiagaan masyarakat. (Firda)













