Kasman kembali menjelaskan, hal itu dilakukan karena kondisi keuangan Majene yang kurang bagus saat ini. “Bayangkan pegawai kita ini, yang dulu terima TPP, saya contohnya ini, tidak ada sama sekali, kamu pikir beban juga ya, jadi sebetulnya kita mau pikirkan pegawai yang ribuan ini, sehingga pembiayaan itu (Insentif dokter), ditanggung oleh RS, karena disana uang (banyak),” katanya.
Tahun depan, lanjut Kasman, ditargetkan TPP akan terbayarkan. “Pak bupati sudah perintahkan, tahun depan, upayakan ada TPP. Perpindahan pembiayaan insentif dokter itu, belum menjamin juga, karena berapa saja itu. Kalau itu Rp 3 M itu, itu hanya satu setengah bulan TPP pegawai tahun lalu. kalau hanya alasan itu, intinya pak bupati berharap, TPP ada tahun depan,” pungkasnya. (Ilham Malasang)













