Kasman yang juga Dewan Pengawas di RSUD Majene menjelaskan, target PAD Majene tahun 2024 sekitar Rp 80 M. “Diatas 50 persen itu, adanya di BLUD. Nah, selebihnya, target pajak Rp 15 M, lalu retribusi Rp 6 M, kemudian hasil pengelolaan kekayaan daerah berupa dividen Rp 3 M lebih. Kalau itu ditotal, hanya sekitar Rp 24 M, itulah yang dibagi bagi terhadap 39 OPD dan kecamatan, berapa itu kasian,” bebernya.
Sementara, lanjut mantan Kabid Anggaran itu, Ro 40 M lebih, dikelolah sendiri oleh RSUD Majene. “Harapannya memang, karena kondisi kita sekarang ini, itu dulu (Insentif dokter ahli) dibiayai Rumah Sakit sendiri. Kalau kemudian kedepannya kondisi keuangan membaik (dikembalikan pembiayaan ke APBD),” tambahnya.













