Insentif Dokter Ahli di Majene Tak lagi Ditanggung APBD, Tetapi..

insentif dokter rsud majene
Kepala BKAD Majene, Kasman Kabil. (foto: BPK)

Kasman yang juga Dewan Pengawas di RSUD Majene menjelaskan, target PAD Majene tahun 2024 sekitar Rp 80 M. “Diatas 50 persen itu, adanya di BLUD. Nah, selebihnya, target pajak Rp 15 M, lalu retribusi Rp 6 M, kemudian hasil pengelolaan kekayaan daerah berupa dividen Rp 3 M lebih. Kalau itu ditotal, hanya sekitar Rp 24 M, itulah yang dibagi bagi terhadap 39 OPD dan kecamatan, berapa itu kasian,” bebernya.

Baca juga  Berikan Pelayanan Terbaik, 684 Karyawan RSUD Majene In House Training Peningkatan Mutu Pelayanan
Baca juga  Klaim Jampersal di Majene Lampaui Anggaran, Dinkes Minta Rekomendasi Dihentikan

Sementara, lanjut mantan Kabid Anggaran itu, Ro 40 M lebih, dikelolah sendiri oleh RSUD Majene. “Harapannya memang, karena kondisi kita sekarang ini, itu dulu (Insentif dokter ahli) dibiayai Rumah Sakit sendiri. Kalau kemudian kedepannya kondisi keuangan membaik (dikembalikan pembiayaan ke APBD),” tambahnya.