Diketahui, pembayaran insentif dokter dan dokter ahli di RSUD Majene, setiap tahunnya menghabiskan anggaran sekitar Rp 3 M pertahun. “Penerimaan BLUD sekarang ini, itu sudah melampaui target, saya bilang, lebih setengah penerimaan PAD kita ini, ada di BLUD, terutama rumah sakit. Tahun lalu kalau tidak salah, itu Rp 40 Miliar lebih setahun (penerimaan). Targetnya tahun ini diatas Rp 40 M. Semester I itu sudah terealisasi, lebih dari setengah, Rp 20 M lebih,” ungkapnya.
Kasman mengaku, mengerti betul kondisi RSUD Majene karena dirinya termasuk salah seorang dewan pengawas di RSUD Majene. “Saya mengerti operasionalnya, karena saya juga Dewan Pengawas di RSUD, saya paham. Cuma dengan kondisi PAD kita sekarang ini, tidak bisa membiayai semuanya. Kita saja ini pegawai, hanya berapa juta saja, tidak ada bisa dibayar, jadi kita mengarah kesana, karena kita ini pegawai sekian ribu ini, juga kita memperhatikan,” tambahnya lagi.













