Insentif Dokter Ahli di Majene Tak lagi Ditanggung APBD, Tetapi..

insentif dokter rsud majene
Kepala BKAD Majene, Kasman Kabil. (foto: BPK)

Diketahui, pembayaran insentif dokter dan dokter ahli di RSUD Majene, setiap tahunnya menghabiskan anggaran sekitar Rp 3 M pertahun. “Penerimaan BLUD sekarang ini, itu sudah melampaui target, saya bilang, lebih setengah penerimaan PAD kita ini, ada di BLUD, terutama rumah sakit. Tahun lalu kalau tidak salah, itu Rp 40 Miliar lebih setahun (penerimaan). Targetnya tahun ini diatas Rp 40 M. Semester I itu sudah terealisasi, lebih dari setengah, Rp 20 M lebih,” ungkapnya.

Baca juga  Pastikan Kondisi Pasien Obat Expired, Direktur RSUD Majene Kunjungi Korban
Baca juga  Lomba Video Profil, Video Edukasi dan Poster Digelar Rangkaian HUT ke-35 RSUD Majene

Kasman mengaku, mengerti betul kondisi RSUD Majene karena dirinya termasuk salah seorang dewan pengawas di RSUD Majene. “Saya mengerti operasionalnya, karena saya juga Dewan Pengawas di RSUD, saya paham. Cuma dengan kondisi PAD kita sekarang ini, tidak bisa membiayai semuanya. Kita saja ini pegawai, hanya berapa juta saja, tidak ada bisa dibayar, jadi kita mengarah kesana, karena kita ini pegawai sekian ribu ini, juga kita memperhatikan,” tambahnya lagi.