Opini  

Opini: PNS Diganti Robot, Ilusi Kemajuan Bangsa

Oleh : Saripah

Wacana pegawai negeri sipil (PNS) digantikan oleh robot artificial intelligence (AI) kembali ramai bergulir dalam beberapa hari terakhir.

Wacana tersebut muncul seiringan dengan rencana Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang akan lebih banyak memanfaatkan kemajuan teknologi ke depannya.

Rencananya, jumlah PNS akan dikurangi secara bertahap dan digantikan oleh robot AI. Akan ada banyak tugas-tugas yang selama ini dilakoni oleh manusia, bakal dikerjakan oleh robot.

Coba kita bayangkan, apakah betul dengan PNS digantikan dengan robot dapat memaksimalkan pekerjaan?, misalnya saja propesi guru diganti dengan robot, apakah robot akan mampu untuk membuat semua murid menjadi pintar? Tentu tidak, karna menjadi seorang guru tidak hanya bermodal ilmu, melainkan rasa kasih dan sayang, serta kepekaan dan bahkan kemampuan membaca situasi perlu dimiliki oleh guru. Sedangkan itu semua tidak dimiliki oleh robot.

Baca juga  Bandingkan Utang, Untuk Apa?

Ini adalah kekeliruan yang perlu menjadi bahan topik bersama, jika hal ini menjadi realita, sudah pasti angka pengangguran akan bertambah. Per Agustus 2021 saja, Badan Pusat Statistik (BPS) sudah mencatat jumlah pengangguran di Indonesia sebanyak 9,1 juta orang. Bagaimana jika betul-betul terjadi naudzubillah minzalik.

Bahkan pada bulan Agustus 2021 saja, Badan Pusat Statistik (BPS) telah mencatat jumlah pengangguran di Indonesia sudah mencapai 9,1 juta jiwa. Nah bagaimana jika PNS akan diberhentikan? maka pengangguran akan semakin banyak, pilunya negriku.

Dan yang perlu kita ketahui bahwa jumlah PNS di Indonesia per 30 Juni 2021 kemarin berdasarkan data BKN adalah 4.081.824 jiwa. Jumlah tersebut terdiri dari 3.132.774 di instansi daerah (77 persen) dan 949.050 orang di instansi pusat (23 persen). Dan ternyata jumlah tersebut mengalami penurunan 3,33 persen dibandingkan dengan 31 Desember 2020. Jumlah PNS terus mengalami penurunan sejak tahun 2016.

Baca juga  Ironis! Bendera Tetap Berkibar Meski Terkoyak di Halaman BPN

Ini bukanlah solusi yang jitu, justru akan makin banyak persoalan baru yang muncul, bahkan bisa saja akan terjadi kesenjangan ekonomi, mewabahnya pengangguran karena tidak adanya lapangan pekerjaan. Pemerintah saja mewacanakan PNS diganti dengan guru, nah tidak menutup kemungkinan, para pekerja atau buruh juga akan tergantikan dengan para robot, mengerikan bukan? Keresahan ini terjadi karena ulah pemerintah yang mengambil kebijakan dengan bersandar pada tren Global dan ingin dinilai modern, agar tidak terlihat kolot dimata negara-negara lain.

Baca juga  Opini: Krisis Energi Dunia, Berkah atau Bencana bagi Indonesia?

Jika hal ini betul-betul terealisasi. Maka ini telah membuktikan bahwa telah gagalnya pemerintah dalam meriayah (mengurus) umat. Karna pemerintahlah yang sebenarnya wajib bertanggung jawab terhadap masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan, segala aspek dalam negara baik kecil maupun besar itu semua harus diurus dan dipertanggung jawabkan oleh pemerintah.
Dan kemajuan bangsa semestinya tdk diukur dengan sekedar pencapaian fisik dan kemajuan teknologi yang digunakan. Semestinya menggunakan ukuran dasar sebagaimana direkomdasikan Islam berupa tercapainya tujuan bernegara yaitu mensejahterakan setiap individu, terciptanya ketenangan-stabilitas dan meninggikan peradaban.

Jadi dalam Islam, kemajuan satu negara tidak hanya diniliai dari perkembangan teknologi belaka, yang paling terpenting dan utama jalannya syariat Islam, dan sejahteranya umat dalam periaayahan (pengurusan) sistem Islam.
Wallahu A’lam.