Terancam Abrasi, Pemerintah Tanam 38 Ribu Batang Mangrove di Pantai Desa Paria Pinrang

PINRANG— Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman terus merealisasikan program prioritasnya dengan memberikan bantuan bibit mangrove sebanyak 38.000 batang, bertempat di Desa Paria Kecamatan Duampanua Kabupaten Pinrang, Senin, (1/08) kemarin.

Bantuan tersebut diserahkan kepada Masyarakat Kabupaten Pinrang oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan, melalui Cabang Dinas Kelautan (CDK) Ajatappareng.

Dalam kesempatan tersebut Cabang Dinas Kelautan (CDK) Ajatappareng melibatkan berbagai stakeholder seperti Dinas Perikanan Kabupaten, Penyuluh Perikanan, dan Masyarakat setempat untuk bekerjasama dalam melakukan penanaman mangrove.

Baca juga  Desa Batulaya Polman Sabet Penghargaan Pelayanan Publik Terbaik Sulbar

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pinrang yang diwakili oleh Syamsuddin, S.Pi.,M.Si menyampaikan, ucapan terimakasih telah dilaksanakannya penanaman mangrove ini dengan harapan mangrove bisa tumbuh dan dapat menjaga kondisi ekosistem pesisir dan dapat dimanfaatkan masyarakat mencari nafkah untuk kesejahteraan bersama keluarganya.

Baca juga  Yosis Tandi Paty, Dilantik Sebagai Kepala Lembang Termuda di Torut

“Semoga dengan dilakukannya penanaman mangrove sebanyak 38.000 batang ini bisa memulihkan kondisi ekosistem pesisir dan terhindar dari abrasi yang sering mengancam kawasan pesisir Desa Paria, sehingga potensi budidaya air payau di Desa Paria tetap bertahan dan berkembang hal ini sejalan dengan keinginan Gubernur Sulsel, bapak Andi Sudirman
yang mencanangkan program prioritasnya,” ucap Syamsuddin juga selaku Pengelola Kesehatan Ikan Ahli Muda Dinas Perikanan Kabupaten Pinrang.

Baca juga  La Siri, Balon Kades Lapadindi, Komitmen Pengelolaan Anggaran Desa

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Kelautan Ajatappareng, Sukmawati Gaffar, S.ST.Pi., M.Si didampingi masyarakat Desa Paria sangat antusias dan berterimakasih atas bantuan mangrove yang diberikan oleh Gubernur melalui CDK Ajatappareng. harapannya kegiatan seperti ini sering dilakukan untuk menjaga ekosistem pesisir. (*)