Pada 1612, Deli ditaklukan kemudian menyusul Johor pada 1613. Setahun kemudian Bintan, selanjutnya dia berhasil mengalahkan Pahang di 1618, Kedah di tahun 1619, dan Nias pada 1624-1625.
Wilayah kerajaannya meliputi sebagian besar pantai barat dan pantai timur Sumatera. Kutaraja yang sekarang menjadi Banda Aceh , merupakan bandar transito yang dapat menghubungkan perdagangan ke dunia barat.
Kutaraja menjadi tempat berlabuhnya kapal-kapal asing dari mancanegara untuk membeli lada. Pada abad ke 17, Aceh merupakan pusat perdagangan lada terbesar di dunia.
Untuk mengusir Portugis dari Malaka, Sultan Iskandar Muda memperkuat angkatan perang Aceh, terutama angkatan laut. Dirinya membangun angkatan perang dengan jalan mempersiapkan anggota-anggota tentara yang sudah dilatih sejak muda.
Musuh utama yang dihadapi Sultan Iskandar Muda adalah bangsa Portugis sejak 1511 sudah menguasai Malaka.













