Prof JJ Terpilih Kembali Nahkodai Unhas, Amanah Besar Menuju Kampus Kelas Dunia

Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. (Foto: Dok./ Ist.)

Jakarta – Di tengah dinamika pendidikan tinggi yang kian kompetitif, Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali mempercayakan arah masa depannya kepada sosok yang sudah dikenal luas.

Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., yang akrab disapa Prof JJ, resmi terpilih kembali sebagai Rektor Unhas untuk periode 2026–2030.

Keputusan tersebut lahir dari rapat paripurna Majelis Wali Amanat (MWA) Unhas yang digelar di Kampus Unhas Petojo, Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Baca juga  Prof Jamaluddin Jompa Resmi Dilantik sebagai Rektor Unhas 2026–2030

Dalam pemungutan suara yang berlangsung tegas dan menentukan, Prof JJ meraih dukungan hampir bulat dengan mengantongi 23 dari total 24 suara anggota MWA yang hadir.

Satu suara lainnya diberikan kepada Prof. dr. Budu, Ph.D., Sp.M(K)., M.MedEd., sementara Prof. Dr. Sukardi Weda, SS., M.Hum., tidak memperoleh suara pada tahap akhir pemilihan.

Baca juga  Warga Pulau Karampuang Butuh Air Bersih dan Tenaga Medis, Nelayan masih Trauma Melaut

Sebelum proses voting, Prof JJ menegaskan komitmennya untuk melanjutkan transformasi Unhas menuju World Class University.

Prof JJ menekankan penguatan ekosistem riset, inovasi berbasis benua maritim, serta peningkatan kesejahteraan sivitas akademika menjadi fokus utama kepemimpinannya ke depan.

“Amanah ini adalah tanggung jawab besar untuk membawa Unhas lebih inklusif dan unggul. Fokus kita ke depan adalah memperkuat relevansi lulusan di era teknologi global tanpa melupakan akar budaya lokal,” ujar Prof JJ.

Baca juga  Petugas Dan Anggota Dharma Wanita Persatuan Lapas Kelas IIA Parepare Kembali Gelar Bhakti Sosial Kepada Masyarakat Yang Membutuhkan.

Sesuai agenda panitia pemilihan, Prof Jamaluddin Jompa dijadwalkan akan dilantik secara resmi pada 28 April 2026.

Dengan mandat kuat dari MWA, Prof JJ kembali mengemban harapan besar untuk mengukuhkan Unhas sebagai pusat keunggulan akademik yang berdaya saing global, namun tetap berpijak pada nilai-nilai lokal.