Kampus  

Antar Peserta KKN Kebangsaan ke Palangkaraya, Rektor Unsulbar Teken Mou dengan Universitas Palangka Raya

KKN Unsulbar
Rektor Unsulbar DR. Akhsan Djalaluddin bersama 10 mahasiswa Unsulbar peserta KKN Kebangsaan di Palangkaraya. (foto: ist)

PALANGKA RAYA, Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan, mengikutkan setidaknya 10 Mahasiswa dari berbagai program studi.

Hal Ini terkait program akademik dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi melibatkan Perguruan Tinggi seluruh Indonesia yang terpusat di Palangkaraya Kalimantan Tengah.

Pembukaan KKN Kebangsaan tahun 2022 sendiri telah digelar pada Minggu (17/07/2022) kemarin, dengan mengusung tema ” Falsafah Huma Betang”

Saat dihubungi terkait hal itu, Rabu, (20/07/2022), Rektor Universitas Sulawesi Barat, DR. Akhsan Djalaluddin mengatakan, kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan 2022 yang mengikutkan 10 mahasiswa dari berbagai program studi itu sifatnya volunteer.

“Ini sifatnya volunteer (sukarela) siapa yg mau berangkat jadi bukan ditunjuk. Ini tidak mudah karena dia akan membayangkan hidup di tengah tengah penduduk asli disana, jadi luar biasa tantangannya di kabupaten Kapuas di hulu sungai kapuas, di hutan dan banyak sungai. Kalau penjelasannya pak gubernur kalau tidak hati hati bisa hanyut dan bisa disedot sama lumpur,” jelas Aksan.

Lanjut Aksan, selain mengaku senang dan gembira karena Keikutsertaan dirinya mengantar langsung, juga dalam kesempatan itu terjadi kesepahaman dengan melalukan penandatanganan MoU dengan rektor universitas Palangka Raya. “Diantara mahasiswa kita itu ada yang kordes (kordinator desa), ada sekretaris dan bendahara, artinya mereka diakui universitas lain yang besar yang ada lebih 70 itu ikut bersama dengan mereka dalam kegiatan.
Jadi itu yang buat saya senang karena ada koordinator desa. Dan tidak mudah dari ribuan mahasiswa yang ada seluruh Indonesia kemudian diakui oleh temannya. Selain itu yang lebih penting lagi kita ada kesepakatan dengan Rektor Universitas palangkaraya melalui penandatangan MoU secara bersama,” imbuh Aksan

Sementara, lanjutnya lagi, kegiatan KKN Kebangsaan yang diikuti Perguruan Tinggi seluruh Indonesia itu, sedianya sebulan penuh,” selama satu bulan mereka di lapangan. Mulai tanggal 19 Juli sampai 20 Agustus. Selain itu ada pembekalan dibuka oleh ibu Megawati sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN (Badan Riset Dan Inovasi Nasional) Pembekalan para menteri termasuk gubernur,” terang Aksan yang suka tampil sederhana ini.

Lebih jauh dijelaskan, kegiatan mahasiswa Universitas Sulawesi Barat selama sebulan penuh yang sifatnya akomodasi secara keseluruhan menjadi tanggung jawab pemerintah Provinsi dan Kabupaten disana.

“Terkait soal akomodasi itu semua ditanggung oleh kabupaten dan provinsi yang ada disana. Bahkan secara pribadi gubernur menyumbang Rp 1 miliar untuk semua mahasiswa dalam kegiatan itu. Jadi soal ini tidak ada masalah. Saya sampaikan juga, mengenai tema ” Falsafah Huma Betang ” yang diusung itu, karena disana diperkenalkan wilayah yang masih kurang eksploitasi, sementara lahan sangat luas jadi kira kira akan dijadikan lumbung pangan nasional untuk mensupport IKN. Nah di belakangnya Kalimantan timur diharapkan bukan hanya dari Sulawesi, Jawa, tetapi juga dari Kalimantan sendiri harus jadi penopang pangan itu,” tutup Aksan. (sat-uns)