Maros – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Hasanuddin Gelombang 116 (Mahasiswa KKN Unhas 116) Tematik Perubahan Iklim, Posko Desa Jenetaesa, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros. melaksanakan Pembuatan Peta Rawan Iklim dan Bencana.
Kegiatan ini dilaksanakan 10 Agustus 2026 dimana program kerja kelompok mahasiswa KKN ini bertajuk “PRIMA Jenetaesa (Peta Rawan Iklim & Bencana Jenetaesa)”, sebagai upaya mendukung peningkatan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana dan perubahan kondisi iklim di Desa Jenetaesa.
Menurut Muhammad Irgi Abayl Marzuku selaku mahasiswa KKN Unhas 116, koordinator desa posko Jenetaesa, menyampaikan program kelompok mahasiswa KKN ini dilatarbelakangi oleh kondisi Desa Jenetaesa yang menghadapi tantangan iklim yang beragam sepanjang tahun.
“Pada musim hujan, sejumlah wilayah berpotensi terdampak banjir akibat luapan sungai. Sementara itu, pada musim kemarau, lahan pertanian berpotensi mengalami kekeringan yang dapat memengaruhi aktivitas dan produktivitas masyarakat Jenetaesa,” ungkapnya pada Kamis (13/8/2026).
Selama ini, informasi mengenai wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tersebut belum tersusun dalam bentuk peta spasial yang mudah diakses oleh masyarakat dan pemerintah desa.
Melalui PRIMA Jenetaesa, kelompok mahasiswa KKN Unhas 116 ini melakukan pemetaan wilayah yang memiliki potensi rawan banjir dan kekeringan. Peta tersebut disusun berdasarkan hasil pengumpulan data dan informasi lapangan, kemudian divisualisasikan berdasarkan karakteristik wilayah, kondisi topografi, serta kondisi lingkungan dan penggunaan lahan.
Peta yang telah disusun kemudian dipajang di Kantor Desa Jenetaesa, sebagai salah satu bentuk dokumentasi dan penyediaan informasi yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah desa maupun masyarakat.
Keberadaan peta ini diharapkan dapat menjadi media informasi awal dalam mengenali wilayah yang memiliki potensi kerawanan bencana serta mendukung proses perencanaan dan pengambilan keputusan di tingkat desa.
Kegiatan peresmian PRIMA Jenetaesa turut dihadiri oleh aparat Desa Jenetaesa yang mewakili Kepala Desa Jenetaesa yang berhalangan hadir. Dalam kesempatan tersebut, aparat desa secara resmi meresmikan pemasangan peta PRIMA Jenetaesa sebagai bagian dari kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung penguatan informasi kebencanaan di desa.
Program ini menyasar warga Desa Jenetaesa yang tersebar di lima dusun, serta pendatang yang berdomisili di wilayah Desa Jenetaesa. Selain itu, perangkat desa menjadi sasaran utama sebagai pihak yang diharapkan dapat memanfaatkan dan melanjutkan penggunaan informasi tersebut setelah masa pelaksanaan KKN berakhir.
Selain menghasilkan peta, PRIMA Jenetaesa juga diarahkan untuk membangun komunikasi dan pemahaman masyarakat mengenai kondisi wilayahnya.
Informasi yang tersaji dalam peta diharapkan dapat menjadi bahan diskusi bagi pemerintah desa, masyarakat, maupun perangkat terkait dalam menentukan langkah pencegahan dan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari salah seorang perangkat desa, Harmiah, SE. Ia menilai kegiatan dapat menjadi acuan selanjutnya untuk dikembangkan.
“Dengan adanya PRIMA Jenetaesa, diharapkan program kegiatan mahasiswa KKN ini tidak berhenti sebagai produk visual semata, tetapi dapat menjadi sumber informasi yang terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh pemerintah dan masyarakat desa,” ujarnya.
Kedepannya, peta tersebut dapat diperbarui sesuai dengan perkembangan kondisi wilayah dan data kebencanaan sehingga semakin relevan sebagai bagian dari upaya membangun Desa Jenetaesa yang lebih tanggap terhadap risiko bencana dan perubahan iklim. (*)













