Saat ditanya soal permintaan usulan nama pengganti penerima KIP kuliah pada semester ganjil tahun akademik 2022, Muslimin mengatakan sejumlah persyaratan dengan batas waktu yang diberikan sangat singkat. “Paling lambat Rabu, 21 September 2022. Sebenarnya itu sudah ada semua datanya jadi satu, hari itu sudah cukup. Kemudian angkatan 2020 ada yang dicabut, begitu juga angkatan 2021,” tambahnya lagi.
Selain program Bidikmisi yang berganti nama menjadi KIP kuliah, usulan penggantian nama penerima KIP kuliah, juga ada bantuan YBM Brilian dimana setidaknya 41 mahasiswa unsulbar mendapat bantuan tersebut.
Ditanya kemungkinan double menerima bantuan, Muslimin mengatakan kalau itu dari yayasan, kemudian tidak mungkin double karena kita akan cek (periksa). Kalau dia dapat KIP kuliah tidak bisa dapat bantuan serupa, begitu pula bantuan dari yayasan. Terkait bantuan KIP kuliah bagi mahasiswa baru datanya sudah lama masuk, hanya saja penetapannya belum dilakukan, disebabkan penilaiannya harus benar benar bagus,” ungkapnya.
Rabu yang lalu, Muslimin mengatakan, sudah ada rapat pimpinan tapi belum tuntas. “Kita akan rapat lagi, mungkin akhir Minggu ini untuk menentukan yang 703 itu dari 2500 lebih yang sementara diseleksi,” pungkasnya. (Satriawan)













