Bantaeng – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 115 Tematik Inovasi Daerah melaksanakan program sosialisasi bertajuk Bahaya Overheating dan Radiasi Smartphone serta Peran Orang Tua dalam Mencegah Dampak Negatif Penggunaan HP pada Anak di Desa Bonto Majannang, Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran orang tua atau wali siswa terkait potensi bahaya penggunaan smartphone yang tidak terkontrol, khususnya bagi anak usia dini.
Sosialisasi menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi, mengatur, dan mendampingi anak saat menggunakan gawai.
Sosialisasi dilaksanakan selama dua hari di dua lokasi berbeda, yakni pada 15 Januari 2026 di TK Melati Dusun Berua dan 19 Januari 2026 di TK Aisyiyah Dusun Bulorapa.
Kegiatan ini dihadiri oleh orang tua dan wali siswa dengan tingkat partisipasi yang cukup baik.
Mahasiswa KKN penginisiasi kegiatan, Eliana, menjelaskan bahwa kehadiran orang tua menjadi fokus utama kegiatan ini.
“Kami menghadirkan orang tua atau wali siswa karena mereka memiliki peran penting dalam mengawasi penggunaan gawai pada anak masing-masing,” ujarnya, Selasa (27/1/2026).
Menurut Eliana, materi sosialisasi difokuskan pada risiko overheating pada perangkat smartphone, potensi paparan radiasi, serta dampak negatif penggunaan HP secara berlebihan terhadap kesehatan fisik, psikologis, dan perkembangan sosial anak.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyampaian materi secara lisan dengan bantuan media presentasi edukatif yang dirancang sederhana dan mudah dipahami.
Materi mencakup pengenalan overheating pada smartphone, sumber radiasi dari perangkat elektronik, serta pentingnya peran orang tua dalam membatasi durasi penggunaan HP, memilih konten sesuai usia anak, dan mendampingi anak selama menggunakan gawai.
Pada sesi diskusi di TK Aisyiyah, salah seorang orang tua siswa, Diniarti, menanyakan durasi penggunaan HP yang tergolong aman bagi anak usia dini.
Menanggapi hal tersebut, Eliana menjelaskan bahwa durasi penggunaan smartphone yang dianjurkan adalah maksimal satu jam per hari dan tidak diberikan secara terus-menerus.
“Waktu penggunaan sebaiknya dibagi dalam beberapa sesi singkat agar anak tidak terpapar layar terlalu lama, serta tetap memiliki waktu untuk beraktivitas fisik dan berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitar,” jelasnya.
Eliana yang juga mahasiswa Teknik Elektro, Fakultas Teknik Unhas ini, menegaskan bahwa edukasi kepada orang tua menjadi sangat penting di era digital saat ini.
“Smartphone memiliki manfaat sekaligus risiko bagi anak. Dengan pengawasan dan pengaturan yang tepat, penggunaan HP dapat dikendalikan agar tidak berdampak negatif terhadap kesehatan dan perkembangan anak,” katanya.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari pihak sekolah maupun para orang tua yang hadir.
Mereka menilai materi yang disampaikan relevan dengan kondisi saat ini dan memberikan pengetahuan baru terkait keselamatan penggunaan smartphone pada anak.
Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN Unhas posko Bonto Desa Majannang, berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan teknologi digital yang aman, sehat, dan bertanggung jawab bagi anak usia dini. (*)













