Hadapi Pasien Kejang, Ini Pertolongan Pertama yang Harus Dilakukan

Temani penderita sampai kejangnya berhenti atau sampai petugas medis datang.
Penanganan kejang di rumah sakit
Saat penderita kejang tiba di rumah sakit dan mendapatkan penanganan, dokter akan memberikan obat antikejang agar kondisi pasien kembali stabil. Jenis dan dosis obat antikejang yang diberikan dapat berbeda pada tiap pasien.

Jika penyebab kejang telah diketahui, dokter akan memberikan penanganan sesuai penyebabnya. Tindakan yang diberikan bisa dengan pemberian obat, operasi untuk memperbaiki kelainan otak, atau penanaman alat khusus yang membantu mengontrol aliran listrik di otak.

Selain menjalani perawatan medis, penderita kejang akibat epilepsi akan dianjurkan untuk menjalani diet ketogenik. Diet ini berupa pola makan tinggi lemak dan rendah karbohidrat.

Baca juga  Bagaimana Dr. Nurlina Sp.P Siasati Waktu Sebagai Direktur RSUD Majene dan Ahli Paru, Ini Pengakuannya
Baca juga  16 Juni Mendatang, SIM-RS di RSUD Majene akan Launching

Diet ketogenik dipercaya dapat mencegah atau mengurangi serangan kejang pada epilepsi, terutama pada anak-anak. Akan tetapi, diet ini bisa menimbulkan berbagai efek samping. Oleh karena itu, konsultasikan terlebih dulu dengan dokter sebelum menjalaninya.

Komplikasi Kejang
Kejang yang tidak mendapatkan penanganan dengan tepat berisiko kambuh di waktu yang tidak terduga. Hal ini dapat membahayakan kesehatan diri sendiri atau orang lain, misalnya:

Baca juga  YPKT Gelar Pelatihan Jurnalistik dan Program Home Visit untuk Dukung ODHA di Parepare

Tenggelam
Cedera akibat terjatuh
Kecelakaan
Komplikasi kehamilan
Gangguan kecemasan atau depresi
Meski jarang terjadi, penderita kejang bisa mengalami status epileptikus. Kondisi ini tergolong gawat darurat karena dapat meningkatkan risiko terjadinya kerusakan otak permanen, pneumonia aspirasi, bahkan kematian.