Makassar, 24 Juni 2026 – Meningkatnya peredaran ikan asing di berbagai pasar tradisional dan modern menimbulkan perhatian sejumlah pemerhati kesehatan dan keamanan pangan. Meskipun ikan merupakan sumber protein yang baik bagi tubuh, para ahli mengingatkan bahwa produk perikanan yang tidak memenuhi standar keamanan dapat berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat.
Menurut pengamat keamanan pangan, hingga saat ini belum terdapat bukti ilmiah yang menyatakan bahwa ikan asing secara langsung menyebabkan kanker nasofaring. Namun, risiko kesehatan dapat muncul apabila ikan terkontaminasi bahan kimia berbahaya, logam berat, atau pengawet yang tidak sesuai ketentuan.
Kanker nasofaring merupakan jenis kanker yang menyerang bagian belakang rongga hidung dan atas tenggorokan. Penyakit ini diketahui berkaitan dengan sejumlah faktor risiko, seperti infeksi virus Epstein-Barr (EBV), faktor keturunan, paparan bahan kimia tertentu, kebiasaan merokok, serta konsumsi makanan yang diawetkan dalam jangka panjang.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi makanan yang mengandung senyawa nitrosamin dalam kadar tinggi dapat meningkatkan risiko beberapa jenis kanker. Senyawa tersebut dapat terbentuk pada makanan yang diawetkan atau diproses dengan cara tertentu. Karena itu, pengawasan terhadap mutu dan keamanan produk pangan, termasuk ikan impor maupun ikan lokal, menjadi sangat penting.
Kepala lembaga pengawas pangan daerah mengatakan bahwa masyarakat perlu lebih selektif dalam membeli produk perikanan. Konsumen disarankan memilih ikan yang memiliki kualitas baik, tidak berbau menyengat, tidak berubah warna secara mencolok, dan berasal dari distributor yang memiliki izin resmi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang menyebut satu jenis ikan tertentu sebagai penyebab kanker tanpa dasar ilmiah yang jelas. Yang perlu diperhatikan adalah aspek keamanan pangan dan kualitas produk yang dikonsumsi,” ujarnya.
Selain itu, para ahli gizi menegaskan bahwa ikan tetap merupakan sumber protein, omega-3, vitamin, dan mineral yang bermanfaat bagi kesehatan. Risiko kesehatan lebih banyak berasal dari kontaminasi atau pengolahan yang tidak memenuhi standar kebersihan.
Pemerintah juga terus memperketat pengawasan terhadap produk perikanan yang masuk ke Indonesia guna memastikan keamanan konsumsi masyarakat. Pengujian laboratorium dilakukan secara berkala untuk mendeteksi kemungkinan adanya cemaran biologis maupun kimia yang melebihi ambang batas.
Masyarakat dianjurkan menerapkan pola makan seimbang, memperbanyak konsumsi buah dan sayuran, menghindari rokok, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk menurunkan risiko berbagai jenis kanker, termasuk kanker nasofaring.
Para pakar menegaskan bahwa informasi kesehatan harus didasarkan pada data dan penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk selalu memverifikasi setiap informasi yang beredar sebelum mempercayai atau menyebarkannya kepada orang lain.













