MAJENE, 24 Juni 2026 – Memasuki bulan Muharram, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah, salah satunya dengan melaksanakan puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram. Puasa sunnah ini memiliki kedudukan istimewa dalam Islam karena mengandung banyak keutamaan dan menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW.
Muharram merupakan salah satu dari empat bulan haram (bulan yang dimuliakan) dalam Islam. Allah SWT memberikan keistimewaan khusus pada bulan ini sehingga berbagai amal kebaikan yang dilakukan akan bernilai lebih besar di sisi-Nya. Di antara amalan yang paling dikenal pada bulan Muharram adalah puasa Asyura yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharram.
Dasar Hukum Puasa Asyura
Anjuran berpuasa pada hari Asyura didasarkan pada hadis-hadis sahih Rasulullah SAW. Dalam riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa pada hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa-dosa setahun yang telah lalu.”
Hadis ini menunjukkan bahwa puasa Asyura memiliki keutamaan luar biasa, yaitu menjadi sebab diampuninya dosa-dosa kecil yang dilakukan selama satu tahun sebelumnya, selama pelakunya menjauhi dosa-dosa besar dan melaksanakan kewajiban-kewajiban agama dengan baik.
Sejarah Puasa Asyura
Puasa Asyura memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan Nabi Musa AS. Ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah, beliau mendapati kaum Yahudi berpuasa pada tanggal 10 Muharram. Setelah bertanya mengenai alasan mereka berpuasa, kaum Yahudi menjelaskan bahwa hari tersebut adalah hari ketika Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Fir’aun serta menenggelamkan Fir’aun bersama bala tentaranya.
Mendengar hal tersebut, Rasulullah SAW bersabda:
“Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian.”
Kemudian Rasulullah SAW berpuasa pada hari itu dan memerintahkan para sahabat untuk melaksanakannya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi umat Islam tentang pentingnya bersyukur atas pertolongan Allah SWT serta meneladani para nabi dalam ketaatan kepada-Nya.
Keutamaan Puasa 10 Muharram
1. Menghapus Dosa Setahun yang Lalu
Keutamaan terbesar puasa Asyura adalah penghapusan dosa-dosa kecil selama setahun sebelumnya. Ini merupakan karunia Allah SWT yang sangat besar bagi hamba-Nya yang menjalankan ibadah dengan ikhlas.
2. Meneladani Rasulullah SAW
Melaksanakan puasa Asyura berarti mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Setiap amalan yang sesuai dengan sunnah akan mendapatkan pahala dan kecintaan Allah SWT.
3. Menghidupkan Syiar Islam
Puasa Asyura menjadi salah satu syiar Islam yang telah diwariskan sejak zaman Rasulullah SAW. Dengan mengamalkannya, umat Islam turut menjaga dan menghidupkan tradisi ibadah yang penuh keberkahan.
4. Meningkatkan Ketakwaan
Puasa melatih kesabaran, pengendalian diri, dan keikhlasan. Melalui puasa Asyura, seorang Muslim dapat meningkatkan kualitas ketakwaannya kepada Allah SWT.
5. Mendapatkan Pahala Sunnah yang Besar
Meskipun bukan puasa wajib, puasa Asyura memiliki pahala yang sangat besar. Hal ini menunjukkan betapa luasnya rahmat Allah SWT kepada hamba-Nya yang berusaha mendekatkan diri melalui ibadah sunnah.
Anjuran Berpuasa pada 9 dan 10 Muharram
Para ulama menjelaskan bahwa yang lebih utama adalah berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram sekaligus. Hal ini berdasarkan keinginan Rasulullah SAW yang diriwayatkan dalam hadis:
“Jika aku masih hidup sampai tahun depan, sungguh aku akan berpuasa pada hari kesembilan.”
Puasa tanggal 9 Muharram dikenal sebagai puasa Tasu’a, sedangkan tanggal 10 Muharram disebut puasa Asyura. Tujuannya adalah untuk membedakan amalan umat Islam dari kebiasaan kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram.
Sebagian ulama bahkan menganjurkan berpuasa tiga hari, yaitu tanggal 9, 10, dan 11 Muharram, agar lebih sempurna dalam mengikuti sunnah.
Hikmah Puasa Asyura
Puasa Asyura mengajarkan berbagai nilai penting bagi umat Islam, antara lain:
- Menumbuhkan rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat dan pertolongan-Nya.
- Mengingat perjuangan para nabi dalam menegakkan kebenaran.
- Melatih kesabaran dan pengendalian hawa nafsu.
- Mempererat hubungan seorang hamba dengan Allah SWT melalui ibadah.
- Menjadi sarana introspeksi diri dan memperbaiki kualitas keimanan.
Penutup
Puasa 10 Muharram atau puasa Asyura merupakan salah satu ibadah sunnah yang memiliki keutamaan sangat besar. Selain menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW, puasa ini juga menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama satu tahun yang lalu. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan momentum bulan Muharram dengan memperbanyak amal saleh, termasuk melaksanakan puasa Tasu’a dan Asyura, sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT serta meraih keberkahan di awal tahun Hijriah.













