Makassar – Kegiatan pendampingan pemenuhan 29 kriteria penilaian Adiwiyata serta sosialisasi kebijakan terbaru digelar sebagai upaya mendorong peningkatan kualitas sekolah berwawasan lingkungan.
Rangkaian kegiatan tersebut diikuti ratusan calon sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi, Nasional hingga Mandiri dari berbagai jenjang pendidikan.
Kepala Sekolah UPT SPF SDI Rappojawa Kecamatan Tallo Makassar, Ratna, S.Pd, dalam uraiannya menyampaikan bahwa kunci menuju Adiwiyata Mandiri adalah memiliki sekolah binaan.
“Persyaratan mutlaknya, dua sekolah binaan tersebut harus lolos ke level di atasnya,” ujarnya, Senin (25/5/2026).
Ia menambahkan, dukungan Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pendidikan terus mendorong bertambahnya jumlah sekolah Adiwiyata.
Menurutnya, capaian tersebut juga menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian Adipura.
Ratna berharap Kota Makassar dapat menjadi barometer sekolah Adiwiyata di Sulawesi Selatan bahkan di Indonesia.
Selain itu, Program Adiwiyata Nasional dinilai mampu meningkatkan kualitas lingkungan sekolah melalui pengelolaan sampah, penghijauan, serta edukasi lingkungan kepada siswa sebagai bagian dari pendidikan karakter dan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.
“Ke depan, program sekolah berwawasan lingkungan diharapkan terus berkembang dan semakin banyak sekolah yang meraih penghargaan Adiwiyata, baik tingkat Kota, Provinsi, Nasional maupun Mandiri,” ucapnya.
Lebih lanjut, Ratna menjelaskan bahwa Adiwiyata merupakan program berskala nasional yang dirancang untuk mendorong peran aktif sekolah dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Alhamdulillah, kegiatan pembinaan dan pendampingan Adiwiyata Nasional di UPT SDIT Ibnu Sina pada Sabtu, 23 Mei 2026, dapat berjalan dengan baik, tertib, dan lancar,” tutupnya. (Lis-Rn)














