POINSEMBILAN.COM~~~Charles Darwin menyatakan bahwa fosil adalah bukti perkembangan makhluk hidup masa lampau, yang menunjukan suatu perkembangan yang terus menerus secara evolutif .Perkembangan evolusi kuda sering juga digunakan sebagai contoh perkembangan makhluk hidup dari segi paleontologik ( Ristasa, 2013 dalam N.Gustia 2019). Fosil adalah sisa-sisa makhluk hidup yang telah membatu dalam kurun jutaan tahun yang lalu. Sisa-sisa tersebut dapat berupa tulang,cangkang, gigi, jejak kaki maupun bagian-bagian yang lain (Ferry dkk, 2019).
Pada perkembangan kuda dimulai dari yang disebut Hyracotherium, yang termasuk kelompok Ecohippus, yang muncul dari Eocence di Amerika Utara dan Eropa. Nenek moyang kuda ini hanya sekitar 11 inci. Kemudian kuda ini berleher pendek dan mempunyai kaki depan yang berbeda dengan kaki belakang,pada kaki depan kuda jumlah jari pada kakinya ada empat dan pada kaki bagian belakang jumlah jarinya hanya tiga, jari keempat dan kelima masih ada tetapi masih sangat kecil sekali.
Pada oliogence muncul Mesohippus yang lebih besar daripada Eohippus, yakni sekitar 24 inci. Kaki depan dan kaki semua berjari 3, lalu pada Miocene dijumpai adanya Parahippus dan Merychippus, yang pertama adalah pemakan daun dan yang kemudian adalah pemakan rumput.
Selain itu juga bibir atas yang mudah bergerak dan struktur gigi yang serupa. Nenek moyang kuda modern berjalan dengan kaki yang melebar keluar yang memudahkan mereka untuk berjalan di atas tanah yang lembut dan lembab di hutan kuno.
Kemudian Pleiocene yang disebut Pliohippus yang jari sampingnya sudah mereduksi, pada akhir Pleiocene sudah muncul nenek moyang kuda yang berjari satu, yang kemudian menyebar ke seluruh dunia kecuali Australia.Perkembangan kuda secara evolusi seperti garis lurus yang dalam kenyataanya perkembangan tersebut bercabang-cabang, contohnya adalah pada Miocene selain terdapat Parahippus dan Merychippus ada juga Hypohippus, namum pada akhirnya tidak berkembang dan akhirnya punah.
Kuda mempunyai tahapan evolusi yang lebih unik, selain pada ukuran tubuh yang bertambah besar, jumlah jari dan kukunya berkurang saat itu kuda hanya terdapat satu jari dan kuku fungsional pada setiap kakinya sebagai akibat evolusi yang ekstrim untuk dapat berlari cepat dalam waktu lama.
Domestikasi kuda dilakukan berdasarkan kecepatan berlari dan kemampuan dalam menempuh jarak yang jauh. Ketertarikan terhadap kemampuan tersebut mendorong aktivitas domestifikasi untuk mendapatkan kendaraan sebagai sarana transportasi.
Penulis: Agustina Inggrit Kartika













