RSUD Majene Terapkan Pelayanan Pasien dengan Etika Budaya Mandar

MAJENE, Dalam rangkaian HUT RSUD Majene ke-35, kembali dilaksanakan sosialisasi kepada sejumlah tenaga kesehatan di RSUD Majene dalam kaitannya pelayanan pasien dengan mengedepankan etika budaya Mandar, Sabtu (23/4/2022) di ruang pola Kantor Bupati Majene.

Sejumlah narasumber dihadirkan, diantaranya Kepala Dinas Pariwisata Majene.

“Tadi sudah disinggung dan dijelaskan dr. Andi Arny Megawaty sebagai ketua panitia. Kita coba jelaskan kembali vaksinasi itu berusaha membentuk kekebalan tubuh, sehingga kita bisa kebal terhadap penyakit,” ujar Dr. Amjad, salah satu dokter di RSUD Majene.

Baca juga  Senin Besok, 1500 Anak di Majene Sikat Gigi Massal, Pecahkan Rekor MURI?

Menurut Amjad, vaksinasi bukan berarti kita tidak sakit, tetapi bagaimana agar tubuh kita itu mengenal kuman tersebut. “Sehingga ketika kita terpapar dengan kuman penyakit, apakah itu virus atau bakteri, kalau tubuh kita sudah mengenal, sehingga kalaupun kita terpapar tidak akan separah kalau kita sudah divaksin,” jelasnya.

Baca juga  Bangun Komunikasi dengan Media, RSUD Majene Gelar Coffe Morning

Dijelaskan pula, terkait peningkatan pelayanan pasien di RSUD Majene. “Bagaimana tetap menjaga etika budaya Mandar.
Ini ada dua sasarannya sebenarnya. Sasaran pertama, karyawan di rumah sakit, bagaimana dalam melayani pasien, tetap mengedepankan budaya Mandar. Senyum, salam, sapa, sopan santun, itu adalah budaya kita yang turun temurun harus dijaga dan dipertahankan,” ujar dokter yang hobby berpetualang ini.

Baca juga  Upaya Pertolongan pada Penderita Diare Menurut Dokter di RSUD Majene

Bukan cuma itu, sikap Sipakatau juga harus dikedepankan. “Sipakatau artinya bagaimana memberikan pelayanan, pasien atau keluarga pasien yang kita hadapi harus kita hargai. Sipakala’bi selalu ada empati dalam memberikan pelayanan. Anggaplah itu pasien adalah keluarganya kita, minimal kita sesama orang mandar,” tambahnya lagi. (Satriawan)