Seminggu Hening, Kembali, Majene Diguncang Gempa Susulan

MAJENE, Gempa bumi kembali mengguncang wilayah Majene dan sekitarnya, Minggu (19/6/2022) pukul 23.55 Wita.

Berdasarkan aplikasi gempa BMKG, gempa berada pada titik 7 kilometer barat laut Majene dengan kedalaman 7 kilometer.

BMKG juga menjelaskan jika gempa yang terjadi di Majene Sulawesi Barat dirasakan dengan skala III di wilayah Malunda Majene dan Tappalang Mamuju.

Gempa susulan yang terjadi kesekian kalinya ini memiliki kekuatan 3,6 magnitudo.

Dikutip dari antara, berdasarkan catatan BMKG, telah terjadi tiga kejadian gempa dan tsunami merusak di sekitar Majene, yaitu pada 11 April 1967 dengan magnitudo 6,3 di Polewali Mandar yang menyebabkan 13 orang meninggal dunia.

Baca juga  Selayar Diguncang Gempa Bumi Berkekuatan 5,2 Magnitudo

Kemudian pada 23 Februari 1969 di Majene dengan magnitudo 6,9 menyebabkan 64 orang meninggal, 97 luka dan 1.287 rumah rusak di empat desa. Gempa tersebut menimbulkan tsunami setinggi empat meter di Pelattoang dan 1,5 meter Parasanga serta Palili.

Baca juga  Angka Stunting di Majene Turun 5,9 Persen. AST : Masih Belum Signifikan

Kemudian kejadian gempa pada 8 Januari 1984 dengan magnitudo 6,7 di Mamuju namun tidak ada catatan korban jiwa, tapi banyak rumah yang rusak dengan maksimum intensitas VII MMI.

Sebagai negara yang rawan bencana gempa bumi, sudah seharusnya infrastruktur yang dibangun harus memenuhi building code tahan gempa agar tidak terjadi lagi bencana gempa yang memakan korban jiwa.

Karena gempa tidak membunuh, tapi korban jiwa jatuh akibat tertimpa bangunan yang roboh.

Baca juga  Wow, Komunitas Artis Majene dan Polman Turun ke Jalan, Galang Dana Untuk Korban Gempa Sulbar

Masyarakat juga harus lebih waspada dan siaga dengan meningkatkan mitigasi bencana, termasuk terhadap kejadian gempa, terlebih gempa kuat yang dapat berpotensi tsunami.

Hendaknya disiapkan jalur evakuasi bagi warga yang tinggal di tepi pantai dan kesadaran untuk evakuasi mandiri tanpa menunggu sistem peringatan dini jika gempa besar terjadi. Warga harus segera meninggalkan tepi pantai menuju tempat yang lebih tinggi dan aman dari tsunami. (*)