Daerah  

Menggali Nilai-nilai Ekonomi dan Kearifan Lokal: Johanis Lempang

POINSEMBILAN.COM-TORAJA UTARA, Mengenal lebih jauh sosok Johanis Lempang Ketua Pa’misaran Bokin yang mengajak masyarakat untuk mengembangkan ekonomi lokal dari sektor pertanian maupun infrastruktur dengan swadaya dan swadana.

Mengkampanyekan gerakan perubahan dengan menggali nilai-nilai ekonomi dan kearifan lokal yang nyaris hilang, Ungkap Yohanis Lempang melalui keterangan tertulisnya kepada Media Poinsembilan.com, Minggu (13/02/2022).

Yohanis yang berprofesi sebagai ASN, pemerhati masalah-masalah sosial, Ketua Pa’misaran Bokin Pitung Penanian, anggota tim ekonomi kreatif dan Pengurus Pusat Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia.

Dalam tulisannya Johanes membahas secara rinci awal mula terbentuknya Pa’misaran Bokin Pitung Penanian di Kecamatan Rantebua kabupaten Toraja Utara dan menjelaskan pencapaian-pencapaian yang sangat mengapresiasi masyarakat Toraja.

Baca juga  Diknas Sulbar Lakukan Monitoring ATS di Kabupaten Mamasa

Adapun kinerja Pa’misan Bokin Pitung Penanian ditulis dalam beberap paragraf yang berjudul MENGKAMPANYEKAN GERAKAN PERUBAHAN DENGAN MENGGALI NILAI-NILAI EKONOMI DAN KEARIFAN LOKAL YANG NYARIS HILANG.

Menurut para ahli Perubahan  adalah keadaan yang berubah. Di mana keadaan yang sekarang tidak sama dengan keadaan yang akan datang. Perubahan kebudayaan merupakan cara baru dalam upaya perbaikan terhadap bagaimana masyarakat dapat memenuhi kebutuhannya. Perubahan kebudayaan mencakup berbagai hal mulai dari kesenian, teknologi, ilmu pengetahuan, bahkan sistem kemasyarakatan. Perubahan sosial adalah suatu perubahan yang terjadi di dalam masyarakat terkait dengan pola pikir, sikap sosial, norma, nilai-nilai, dan berbagai pola perilaku manusia di dalam masyarakat. Setiap individu atau suatu masyarakat pasti akan mengalami perubahan secara terus-menerus. Dalam kajian sosiologi, perubahan sosial dipahami sebagai perubahan kehidupan masyarakat yang berlangsung tanpa henti. Ini akan terjadi sepanjang masa. Hakikat perubahan ini adalah keinginan setiap orang untuk selalu berubah agar keadaan menjadi lebih baik sesuai dengan kebutuhan. Cikal bakal Pa’misaran Bokin Pitung Penanian sudah mulai tahun 2012. Saat itu sudah melakukan kegiatan dan sudah menggalang dana namun saat itu belum bernama Pa’misaran Bokin Pitung Penanian. Karena saat itu sarana komunikasi dan informasi masih sangat terbatas yaitu belum adanya whatsapp sehingga cikal bakal Pa’misaran mengalami kevacuman. Tahun 2018 bangkit kembali dengan semangat baru dan slogan yang sangat gencar dikampanyekan adalah gerakan perubahan pola ikir dan perilaku yaitu pola pikir konsumtif kearah pola pikir produktif. Gerakan perubahan pola pikir dikampanyekan secara terus menerus tiada henti di berbagai media baik koran cetak maupun elektronik, juga di medsos seperti grup Facebook, grup whatsapp, atau media lainnya seperti pembuatan atribut-atribut Pa’misaran Bokin Pitung Penanian berupa kalender tahunan dan baju kaos bertuliskan gerakan membangun kampung, juga pertemuan langsung dengan masyarakat seperti acara tammuan mali’ yang dilaksanakan tanggal 29 Desember 2018 di Saruran.

Baca juga  Pastikan Distribusi Bantuan ke Pelosok, Kapolda Sulbar Terjun Langsung ke Desa Ulumanda
Baca juga  Perayaan Hari Valentine GMKI Toraja Berbagai Kasih Bersama Siswa-siswi di Buntupepasan