Kampus  

Mahasiswa KKN Unhas 115 Gelar Pelatihan Label Produk UMKM dan Digitalisasi Pemetaan Google Maps di Kelurahan Wala Sidrap

Mahasiswa KKN Unhas mendatangi warga, untuk melakukan pendampingan langsung di tempat usaha masing-masing membuat pelabelan, branding produk di tempat usaha salah satu pelaku UMKM Kelurahan Wala Sidrap, pada Senin (18/1/2026). (Foto: Novalina/ Ist.)

Sidrap – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 115 Tematik Inovasi Daerah menggelar pelatihan pembuatan label produk bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta digitalisasi pemetaan wilayah melalui Google Maps di Kelurahan Wala, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

Kegiatan ini merupakan program individu mahasiswa KKN sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung penguatan ekonomi lokal dan percepatan digitalisasi di tingkat kelurahan.

“Program ini kami laksanakan untuk membantu UMKM meningkatkan daya saing produk sekaligus mendukung digitalisasi administrasi wilayah,” ujar Penanggung Jawab Kegiatan, Novalina Rahmadahni dalam keterangannya, pada Rabu (28/1/2026).

Menurut Novalina, kegiatan ini dirancang sebagai solusi atas tantangan yang dihadapi pelaku usaha lokal, terutama dalam hal pemasaran produk dan keterbatasan akses informasi berbasis digital.

Baca juga  SSB-BSF IAIN Bone Gelar Pentas Secara Daring

Selain itu, kebutuhan akan sistem informasi geografis yang modern juga menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan program ini.

Novalina, mahasiswa jurusan Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas tersebut menjelaskan bahwa kegiatan diawali dengan proses digitalisasi titik-titik penting di Kelurahan Wala melalui platform Google Maps.

Langkah ini bertujuan memetakan lokasi UMKM dan fasilitas kelurahan agar lebih mudah diakses oleh masyarakat luas maupun pendatang.

“Pendataan dan pemasukan titik lokasi Google Maps sudah kami lakukan sejak awal kegiatan KKN, yakni pada 5–6 Januari 2026. Kami juga menyusun modul sebagai panduan pembuatan logo dan label produk yang bisa dimanfaatkan masyarakat,” jelasnya.

Baca juga  Dies Natalis ke-6 STAIN Majene, 3.000 Orang Ikut Jalan Santai

Usai proses digitalisasi pemetaan, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan label produk UMKM. Pelatihan ini dilaksanakan di beberapa lokasi usaha warga dan ditutup di kediaman salah seorang warga Kelurahan Wala pada Minggu, 18 Januari 2026.

Sebanyak 15 pelaku UMKM terlibat dalam kegiatan ini dan mendapatkan pendampingan langsung di tempat usaha masing-masing.

Mahasiswa memberikan bimbingan teknis mengenai pentingnya branding, estetika kemasan, serta penggunaan aplikasi desain sederhana namun profesional.

“Warga diajarkan menciptakan label produk yang menarik untuk meningkatkan nilai jual dan daya saing, khususnya di pasar digital,” kata Novalina.

Ia menambahkan bahwa label produk bukan sekadar identitas, melainkan wajah dari sebuah produk. Dengan desain visual yang tepat, UMKM di Kelurahan Wala diharapkan mampu bersaing hingga ke luar daerah.

Baca juga  15 Kader Ikatan Mahasiswa Sangtiangkaran Ikuti LKL

Kegiatan ini mendapat respons positif dari pelaku UMKM setempat, salah satunya Haji Nahnu. Ia mengaku mendapatkan motivasi dan kepercayaan diri baru untuk mengembangkan usahanya.

“Adik-adik mahasiswa ini membawa semangat baru ke warung kecil saya. Mereka membantu mendaftarkan lokasi usaha di Google Maps dan mendesain label produk sehingga tampak lebih menarik. Sekarang saya lebih percaya diri untuk bersaing dengan usaha yang lebih besar,” tuturnya.

Inovasi yang dilakukan mahasiswa KKN Unhas ini diharapkan dapat mempercepat proses administrasi wilayah serta menjadi referensi digital yang akurat bagi pihak kelurahan dalam perencanaan pembangunan ke depan. (*)