

POINSEMBILAN.COM-BANTAENG, Bupati Majene Lukman bersama rombongan memanfaatkan waktu untuk meninjau secara langsung pembibitan rumput laut di Pantai Marina Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan, Senin 15 Maret 2021. Di lokasi tersebut, Bupati terlihat berbincang bincang dengan para ibu-ibu yang tengah mengikat rumput laut sebelum di olah sebagai bahan makanan.
Lukman menilai, secara tipologi Majene dan Bantaeng hampir sama, bahkan memiliki garis pantai yang lebih panjang dari Kabupaten Bantaeng tersebut. Hanya saja, perlu kesungguhan jika ingin berkembang seperti hanlnya Bantaeng. Ia yakin saat memulai usaha tersebut banyak kendala yang di hadapi kemudian bisa berhasil seperti saat ini. Jika Majene tidak mampu memaksimalkan potensi tersebut, Lukman melanjutkan sangat sia – sia memiliki garis pantai yang panjang.
“ Keinginan itu harus didorong dimasyarakat, nasib tidak akan berubah kalau kita tidak merubahnya cukup sederhana saja, tapi harus ada kemauan didalamnya “ terang Lukman.
Kepala Dinas Kelautan Bantaeng Ibu Rita menambahkan, untuk pengmbangan rumput laut, belum berpengaruh maksimal untuk PAD Bantaeng. Pasalnya pemerintah belum menjadikan rumput laut sebagai salah satu sumber pendapatan dan hanya diarahkan pada sektor peningkatan taraf hidup petani.
Meski demikian Kepala Bapeda Bantaeng berujar, budidaya rumput laut menjadi penyumbang PDRB perkapita untuk sektor perikanan. Dulunya kebiasaan ibu – ibu di pantai tersebut hanya duduk ditangga rumah, sejak adanya budidaya rumput laut telah menghasilkan Rp 30-40 ribu perhari. “Ini salah satu kegiatan yang sangat bagus dimasa pandemi seperti ini, “ ucapnya.
Sementara itu Rombongan Bupati Majene juga mendatangi sentra pengolahan rumput laut di Kabupaten Bantaeng. Di lokasi tersebut, rombongan melihat proses pengolahan rumput laut. Mulai dari pencucian, pembersihan hingga pengeringan.
Salah satu Staf di sentra pengolahan tersebut Syamsul Bachri menjelaskan setelah mengambil rumput laut dari petani kemudian dicuci selama tiga hari tiga malam kemudian di jemur sampai kering. “Setelah kering kemudian bisa diolah menjadi kerupuk, mie dan bakso, “ ujarnya. (Ih)













