Lindungi Cagar Budaya, Departemen Arkeologi FIB Unhas Lakukan Pelatihan di Kota Parepare

Parepare, Poinsembilan.com – Kota Parepare menjadi salah satu tujuan dari sekian banyak Kabupaten/Kota yang menjadi agenda Departemen Arkeologi Unhas, dalam rangka melakukan pelatihan pendaftaran cagar budaya yang berlokasi di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Parepare. Selama 2 hari Terhitung Sejak tanggal 19 – 20 Maret 2022.

Menurut Drs. Iwan Sumantri, M.A kegiatan ini bertujuan melatih peserta tim cagar budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Parepare. Teknik Pembentukan Tim
Pendaftaran Cagar Budaya adalah : salah satu unsur dari proses
pendaftaran Cagar Budaya yang merupakan amanat Undang Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Adapun bentuk materi yang di ajarkan yaitu : Materi Tentang Juknis pembentukan tim cagar budaya, pengertian dan kriteria cagar budaya, Pendokumentasian cagar budaya, Pendaftara cagar budaya dan Pengisian formulir pendaftaran cagar budaya, Praktikum pendokumentasian salah situs Makam We Tenri Leleang Kota Parepare.

Baca juga  LDK FKMI Kampus IAIN Bone Peduli Korban Kebakaran Desa Cinkang

Ditemui di tempat yang sama, Kepala bidang kebudayaan Disdikbud Parepare, Mustadirham, Minggu 20/03/2022. Mustadirham menyampaikan, sangat berterimah kasih kepada teman – teman dari Departemen Arkeologi FIB Unhas telah meluangkan waktu dan tenaga memberikan pelatihan sebagai bentuk kecintaan terhadap Cagar budaya di kota parepare.

Baca juga  Dewan Pers Hanya Tangani Laporan Media yang Terdaftar, Ini Tanggapan Sekjen JMSI

Mustadirham menambahkan tim Departemen Arkeologi FIB Unhas juga langsung meninjau lokasi makam We Tenri Leleang yang berlokasi di Panyaya, kecamatan Soreang, Kota Parepare.

memberikan penjelasan terkait keberadaan makam ini, dalam kegiatan ini ada beberapa peserta dari Pelajar, mahasiswa, komunitas budaya dan masyarakat bersama – sama turut langsung, melihat bagaimana metode – metode pelestarian dan pendaftaran cagar budaya khusus untuk makam We tenri Leleang.

dalam kegiatan kali ini tidak menemui kendala karena sesuai dengan agenda yg di rencanakan, sisa bagaimana objek makam We tenri Leleang secara Fisik, kemudian termaksud wilayah dari sekitar makam ini memang sangat membutuhkan perhatian yang sangat serius dari pemerintah daerah, bersama masyarakat dan seluruh pengiat budaya untuk bersama kita lestarikan bangunan cagar budaya ini.

Baca juga  Sidak di Kantor Kecamatan Sesean, Bupati Toraja Utara Pastikan Kedisiplinan Pegawai

Saya berharap bahwa semua yang kebetulan berhubungan emosional dengan Makam We tenri Leleang ini, termaksud dari pihak keluarga, keturunan, termaksud dari masyarakat yang ada di sekitar makam ini. semuanya bisa bersinergi, kolaborasi, bekerjasama supaya kita dapat melestarikan semua bangunan – bangunan salah satunya seperti makam We Tenri Leleang ini.