Daerah  

DKPPKB Sulbar Evaluasi Peserta Nusantara Sehat, Perkuat Kualitas Pelayanan Kesehatan di Puskesmas

DKPPKB Sulbar Evaluasi Peserta Nusantara Sehat

MAMUJU — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat melaksanakan Pertemuan Evaluasi Peserta Penugasan Khusus Puskesmas (Nusantara Sehat) periode penugasan 1 Agustus 2024–31 Juli 2026 dan 1 Agustus 2025–31 Juli 2026.

Kegiatan dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting selama tiga hari, 27–29 Juli 2026, dengan melibatkan Kepala Dinas Kesehatan kabupaten atau yang mewakili, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Lanjutan, Farmasi, Alat Kesehatan dan SDMK DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, Kepala Bidang SDMK Dinas Kesehatan kabupaten, Kepala Puskesmas lokasi penugasan, serta peserta Penugasan Khusus Puskesmas (Nusantara Sehat).

Pertemuan evaluasi ini menjadi bagian dari upaya DKPPKB Sulbar dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan Program Nusantara Sehat, khususnya melalui evaluasi capaian kinerja peserta yang telah menjalankan masa penugasan selama satu hingga dua tahun. Evaluasi juga menjadi momentum untuk mengidentifikasi berbagai tantangan, kendala, inovasi, dan praktik baik yang ditemukan peserta selama melaksanakan tugas di wilayah kerja masing-masing.

Baca juga  Gubernur SDK Hadiri Pelantikan DPW PAN Sulbar, Targetkan Koalisi Kembali di Pilgub 2029

Program Nusantara Sehat merupakan salah satu strategi pemerintah dalam mendukung pemerataan pelayanan kesehatan, khususnya di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan tenaga kesehatan. Kehadiran peserta penugasan khusus diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sumber daya manusia kesehatan, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan primer serta pemberdayaan masyarakat, dan sejalan dengan Panca Daya ke-3 Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka, yaitu Membangun Sumber Daya Manusia yang Unggul dan Berkarakter.

Dalam mendukung transformasi layanan primer, peserta Nusantara Sehat didorong untuk berperan aktif dalam pelayanan promotif dan preventif, kesehatan ibu dan anak, pengendalian penyakit, kesehatan lingkungan, gizi masyarakat, serta berbagai pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Baca juga  Kawal Proker Kementrian Pertanian di Toraja, Ini Harapan Irjen Kementan

Selama tiga hari pelaksanaan evaluasi, peserta diberikan ruang untuk menyampaikan pengalaman, capaian, inovasi, tantangan, dan kendala yang dihadapi selama menjalankan penugasan. Masukan tersebut selanjutnya menjadi bahan dalam penyusunan rekomendasi untuk memperkuat pengelolaan sumber daya manusia kesehatan, pembinaan peserta, dukungan pemerintah daerah, serta penguatan fasilitas pelayanan kesehatan.

Dalam kegiatan tersebut, DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat menekankan pentingnya evaluasi sebagai bagian dari proses perbaikan berkelanjutan. Hasil evaluasi diharapkan tidak berhenti pada penilaian capaian, tetapi dapat menghasilkan rekomendasi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan Program Nusantara Sehat di masa mendatang.

“Pertemuan evaluasi ini tidak hanya menjadi forum untuk menilai capaian Program Nusantara Sehat, tetapi juga sebagai wadah mengidentifikasi berbagai tantangan, praktik baik, serta menyusun langkah-langkah perbaikan agar penyelenggaraan program di masa mendatang semakin berkualitas,” ujar perwakilan DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat.

Baca juga  Nuzulul Quran di Masjid Abrar Majene. Baznas: Momentum Perbaiki Bacaan Quran

Lanjut disampaikan, evaluasi juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, Puskesmas, dan tenaga kesehatan peserta penugasan khusus.

“Melalui evaluasi ini diharapkan akan dihasilkan rekomendasi yang implementatif terkait pengelolaan sumber daya manusia kesehatan, pembinaan peserta, dukungan pemerintah daerah, penguatan fasilitas pelayanan kesehatan, serta peningkatan kualitas penyelenggaraan Program Nusantara Sehat secara keseluruhan,” lanjutnya.

Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim menyatakan bahwa melalui kegiatan ini, pihaknya berharap pengalaman dan pembelajaran selama masa penugasan dapat menjadi dasar perbaikan program secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi tenaga kesehatan dalam menghadirkan pelayanan kesehatan primer yang merata, berkualitas, dan sesuai kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah Sulawesi Barat.