Kembali, Seorang Warga Mamuju Meninggal Saat Sedang Main Bulutangkis

Meninggal Saat Sedang Main Bulutangkis
H. Sahabuddin, Meninggal Saat Sedang Main Bulutangkis di gedung Bambu. (Foto: FB Sangngin)

Dikutip dari grid.id, pada usia muda (di bawah 35 tahun), penyebab kematian mendadak saat olahraga umumnya akibat terjadinya henti jantung mendadak, bukan serangan jantung.

Baca juga  Longsor di Tubo Sendana, Jalan Poros Majene Mamuju Sempat Lumpuh

Ini disebabkan karena hipertropik kardiomiopati. Kardiomiopati adalah suatu penyakit genetik yang menyebabkan terjadinya penebalan tidak normal di otot-otot jantung.

Sedangkan, penyebab kematian mendadak pada usia yang lebih tua berbeda – lebih dari 50 tahun, umumnya disebabkan karena mereka memiliki penyakit jantung koroner dan pernah mengalami serangan jantung sebelumnya.

Baca juga  Perahu Terbalik di Sungai Batupapan Mateng, Seorang Warga Hilang
Baca juga  Tunggal Putra Paceklik Gelar All England 25 Tahun, Ini Saran Untuk Jonatan dkk

Maka tidak heran, bila di kemudian hari mereka menjadi rentan mengalami serangan henti jantung.

Saat melakukan aktivitas olahraga, semua otot bergerak, termasuk otot jantung.