Kembali, Seorang Warga Mamuju Meninggal Saat Sedang Main Bulutangkis

Meninggal Saat Sedang Main Bulutangkis
H. Sahabuddin, Meninggal Saat Sedang Main Bulutangkis di gedung Bambu. (Foto: FB Sangngin)

Dan terkadang, pada mereka yang kurang beruntung (sekitar 1% dari populasi), jantung berhenti mendadak dan mengakibatkan kematian.

Dalam Journal of American Medical Association, disebutkan bahwa risiko terkena penyakit jantung yang ditimbulkan akibat aktivitas fisik sangat rendah.

Baca juga  Lagi, Seorang Staf Dinsos Mateng Tewas Diterkam Buaya di Sungai Budong-budong

Yang lebih penting lagi, penelitian tersebut menemukan bahwa risiko kelangsungan hidup seseorang saat melakukan aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin menurunkan risiko mengalami serangan jantung sekitar 45 persen dibandingkan dengan orang sehat yang jarang berolahraga.

Baca juga  Tunggal Putra Paceklik Gelar All England 25 Tahun, Ini Saran Untuk Jonatan dkk

Jadi, bukan olahraganya yang menyebabkan seseorang terkena serangan jantung.

Pasalnya, rutin beraktivitas terbukti dapat menurunkan risiko kematian mendadak saat berolahraga, entah karena serangan jantung biasa maupun henti jantung.

Baca juga  Ingat Aiptu Jailani, Polisi Jujur yang Viral Tilang Istrinya Sendiri, Kini Telah Tiada

Hal ini dikarenakan tubuh sudah terbiasa untuk beradaptasi dengan peningkatan aktivitas tubuh. (*)