SIWA – Dinas kesehatan Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan bersama TNI-Polri terus menggelar kegiatan vaksinasi massal Covid-19 dosis kedua dan dosis ketiga atau vaksin booster untuk masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Wajo Dr.drg Hj Armin M.Kes memantau beberapa gerai vaksin di Kabupaten Wajo diantaranya Kecamatan Tempe, Sabbangparu, Keera dan Pitumpanua. Saat Pelaksanaan vaksinasi di Kantor Kelurahan Siwa Kecamatan Pitumpanua Kadis Kesehatan didampingi Kepala UPTD Puskesmas Pitumpanua dr Susanni Said.
”Vaksinasi ini bekerja sama dengan tiga pilar Dinkes,TNI dan Polri. Ini kita laksanakan vaksinasi massal Covid-19 dosis kedua dan dosis ketiga atau vaksin booster untuk masyarakat kabupaten Wajo, ” kata Dr, drg Armin M.Kes
Saat pantau kegiatan vaksinasi massal di kelurahan Siwa, . Rabu 15 Juni 2022
Dikatakannya, vaksin kedua dan ketiga atau vaksin booster di kecamatan Pitumpanua hari ini mencapai 200 sasaran.
Mengharapkan pencapaian vaksinasi massal ini bisa terus meningkat berkat dukungan TNI-Polri, LSM dan Tokoh Masyarakat
“Dengan adanya vaksin booster ini harapannya para masyarakat tetap sehat, terlindungi, minimal terhindar dari Covid-19,” tambahnya.
“Saya ucapan terima kasih kepada TNI, Polri, Tokoh Masyarakat dan Terkhusus pemerintah kelurahan Siwa, langkah–langkah akselerasi percepatan vaksinasi dan selalu bersama kami,” ucap drg Armin.


Dr drg Armin juga mengimbau kepada seluruh masyarakat meski sudah mendapatkan vaksin dosis kesatu, dosis kedua dan vaksin booster, seluruh masyarakat diharapkan tetap mematuhi protokol kesehatan demi menjaga keselamatan bersama agar terhindar dari Covid-19.
“Meskipun sudah divaksin agar tetap disiplin dan patuhi protokol kesehatan 5M yakni mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan,” ujarnya.
Sementara Kanit Binmas Polsek Urban Pitumpanua Iptu Johari SH yang memimpin langsung personil menghimbau dan mengajak kepada masyarakat untuk datang mengikut vaksin yang disiapkan di kantor kelurahan dan desa setiap hari.
” Kami himbau masyarakat jangan merasa takut untuk divaksin dan tidak mempercayai berita-berita hoax/ bohong mengenai masalah vaksin,
“Kata Armin. (*)













