

POINSEMBILAN.COM-SINJAI, Orang tua korban dalam kasus penganiayaan anak di bawah umur yang diduga dilakukan oknum Dishub kabupaten Sinjai beberapa bulan lalu menyambangi Pengadilan Negeri Sinjai untuk konfirmasi dan meminta bukti salinan hasil keputusan hakim pengadilan atas kasus anaknya tersebut, Senin 24/05/
Orang tua korban Andi Basri mengatakan di hadapan media, dirinya sangat kecewa atas pelayanan di pengadilan negeri sinjai yang tidak transparan dan tidak mau memberikan bukti salinan putusan hakim atas perkara kasus anaknya. “Saya ini merasa dipingpong kiri kanan.” Ucapnya.
Ditambahkannya, selaku orang tua korban, tidak mau dikasih bukti salinan tersebut. “Ada apa? khan saya sudah dari kejaksaan melalui JPU dan Kasi Pidum untuk meminta salinan tersebut, namun JPU dan Kasi Pidum mengarahkan saya ke pengadilan negeri sinjai untuk meminta salinan tersebut, sebab menurutnya yang berhak memberikan salinan tersebut adalah pengadilan dan bukan haknya di kejaksaan,” tuturnya.
Dirinya pun segera merapat ke pengadilan untuk meminta salinan tersebut, namun sebelum itu pihak staf pengadilan negeri sinjai menyampaikan agar mengisi dulu suatu daftar isian yang telah disiapkan sebagai penguat dan pernyataan orang tua korban, sebelum surat salinan putusan hakim tersebut diberikan. “Namun melalui Kasubag PTIP Pengadilan Negeri Sinjai, melarang untuk diberikan bukti salinan tersebut, sebab menurutnya yang berhak memberikan salinan tersebut adalah JPU atau Kasi Pidum di kejaksaan dan bukan disini tempatnya,” lanjut orang tua korban.
“Seharusnya JPU atau Kasi Pidum yang datang ke pengadilan meminta salinan tersebut, apa lagi kan sudah ada juga sama mereka salinannya itu. Kecuali kalo bapak selaku orang tua korban bersurat secara resmi untuk meminta salinan tersebut, maka nantinya ketua pengadilan yang berhak menentukannya.” Ungkapnya menirukan pernyataan pihak PN.
“Khan bapak selaku orang tua korban telah diwakili oleh pihak JPU jadi minta sama dia, dan yang sebenarnya salinan itu diberikan kepada tersangkanya atau terdakwanya bukan ke bapak, khan bapak selaku korban.” tutur orang tua korban menirukan pernyataan PN.
Akibatnya, orang tua korban geram dan kecewa sebab merasa dipermainkan dan dipingpong kiri kanan, ia mengatakan kepada media bahwa salinan seharusnya ada juga diberikan kepadanya. “Kan saya berhak tau juga atas keputusan yang ada dalam salinan tersebut. Malah saya sudah mengisi daftar data yang telah disiapkan oleh stafnya itu dan malah KTP saya diminta untuk di copy selaku bukti orang tua korban yang telah datang meminta salinan tersebut, namun tidak jadi juga diberikan, khan bingung saya jadinya atas aturan-aturan di pengadilan ini, saya minta nomor Hp Kasubagnya, malah enggang juga diberikan dan spontan ia katakan bahwa nomor hp saya tidak sembarang saya berikan, “ucapnya.
Yang jelas, lanjut orang tua korban, sangat kecewa atas pelayanan di pengadilan negeri sinjai. “Saya ini tidak ngerti hukum dan saya ini hanyalah masyarakat kecil yang butuh keadilan di negeri ini, masa nomor Hp saja enggang diberikan, ada apa.” Tuturnya dengan nada kesal. (Rilis -Yusdar-Firdauz)