HOAX, Beredar Informasi Penting dari UNICEF Terkait Corona

Informasi hoax yang beredar di media sosial

POINSEMBILAN.COM, Di media sosial, info terkait bagaimana masyarakat sebaiknya menghadapi virus ini telah banyak beredar, termasuk informasi dari WHO sendiri. Salah satu informasi yang beredar adalah terkait informasi pencegahan virus corona baru dari UNICEF, lembaga PBB yang fokus di bidang kemanusiaan, pembangunan dan anak-anak.

Isi informasi tersebut yaitu INFORMASI PENTING

1. Corona merupakan virus berukuran besar. Diameter virus ini 400-500 micro, sehingga masker jenis apa pun dapat mencegah masuknya ke tubuh kita dan tidak perlu menggunakan masker yang mahal.

2. Virus corona tidak melayang di udara, tapi menempel pada benda, sehingga penularannya tidak melalui udara.

3. Apabila menempel di permukaan logam, virus corona dapat hidup selama 12 jam. Mencuci tangan dengan sabun dan air sudah cukup.

4. Apabila menempel di kain, virus corona dapat hidup selama 9 jam, sehingga mencuci pakaian atau menjemurnya di bawah sinar matahari selama 2 jam sudah cukup untuk membunuhnya.

5. Apabila menempel di tangan, virus corona dapat hidup selama 10 menit, sehingga menyediakan sterilizer berbahan dasar alkohol cukup untuk berjaga-jaga.

6.Apabila berada di udara bersuhu 26-27 °C, virus corona akan mati sehinga tidak hidup di daerah panas . Di samping itu, minum air panas dan berjemur di bawah sinar matahari sudah cukup sebagai pencegahan. Menghindari makanan dan minuman dingin termasuk ice cream sangat penting.

7. Berkumur sampai dalam dengan air hangat dan garam akan membunuh virus corona di sekitar anak tekak dan mencegahnya masuk kedalam paru-paru.

Dengan mengikuti petunjuk ini cukup untuk mencegah virus corona. UNICEF Tolong sebarkan informasi ini untuk mencegah timbulnya ketakutan yang tidak perlu.

Dikutip dari tirto. Id, ternyata tidak hanya ditemukan di Indonesia, namun juga di berbagai belahan dunia dan telah diterjemahkan dalam sejumlah bahasa.

UNICEF sendiri telah memperingatkan publik bahwa informasi tersebut palsu. Wakil Direktur Eksekutif UNICEF untuk Kemitraan Charlotte Petri Gornitzka menegaskan agar pembuat informasi tersebut untuk berhenti menyebarkan informasi yang tidak akurat tersebut.

“Informasi yang salah selama masa krisis kesehatan dapat menyebarkan paranoia, ketakutan, dan stigmatisasi,” katanya.

Hal ini juga dapat menyebabkan orang menjadi tidak terlindungi dengan baik atau lebih rentan terhadap virus. Tujuh poin yang terdapat dalam pesan tersebut memang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Pada laman informasi resmi dari UNICEF terkait COVID-19 memang tidak ditemukan tujuh poin informasi tersebut. Sebaliknya, ada enam poin penting yang menurut UNICEF harus diketahui oleh publik, termasuk cara penularan COVID-19 dan gejala-gejala orang yang terpapar penyakit tersebut. Informasi yang lebih lengkap dapat diakses pada tautan video pada laman resmi tersebut.

Gornitzka mengatakan bahwa menghindari memakan es krim atau makanan dingin lainnya untuk mencegah penularan virus tersebut merupakan informasi yang sepenuhnya tidak benar. Informasi lebih lanjut terkait pencegahan penyebaran COVID-19 berdasarkan standar dari WHO, dapat dilihat pada situs resmi UNICEF. (ih/tir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *