MAJENE — Satu lagi peringatan bagi pedagang bahan bakar minyak (BBM) agar berhati-hati dengan dagangannya. Seperti yang terjadi di Lingkungan Timbo-timbo, Kelurahan Pangali-ali, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat, Jum’at (2/8/2024) dini hari tadi.
Menurut keterangan Kapolsek Banggae, Iptu Edi Jatmika, saat mendengar informasi ada peristiwa kebakaran, pihaknya bersama personel yang ada segera mendatangi tempat kejadian peristiwa.
Bersama masyarakat, TNI dan armada Damkar Majene, pihaknya berusaha memadamkan api yang berkobar.
Sayangnya, meski berusaha sekuat tenaga, namun tiga rumah sudah ludes dilalap si jago merah.
“Kejadian terjadi sekitar pukul 05.30 WITA, ada tiga rumah warga yang terbakar, yakni rumah milik Baharuddin (64), Rahman Umar (60), dan H. Abdul Rahman (60),” terang Kapolsek Banggae, dilansir dari Humas Polres Majene.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, lanjut Edi Jatmika, sumber api bermula dari rumah milik Baharuddin yang tak lain ialah pedagang Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite.
“Pada waktu setelah salat subuh, Baharuddin menuju gardu penjualan bensinnya untuk mengecer dari jerigen ke botol eceran. Dikarenakan token listrik di rumahnya mati/off, maka kondisi rumah dalam keadaan gelap. Baharuddin kemudian menyalakan lilin sebagai inisiatif penerangan di dekat botol eceran yang berisi bahan bakar pertalite,” jelas Kapolsek.
Setelah menyalakan lilin, lanjut Edi Jatmika, yang bersangkutan menuju ke kamar kecil untuk buang air. Ketika kembali, Baharuddin melihat botol bensin sudah terbakar, membakar gorden dan sebagian badan rumah.
“Baharuddin kala itu langsung berlari dan berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar. Namun, api sudah tidak terkendali sehingga merembet ke rumah Rahman Umar dan rumah H. Abdul Rahman,” ungkap Edi Jatmika.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materil sudah pasti ada, tapi belum dapat ditaksir berapa jumlahnya.
Hingga berita ini tayang, Tim Identifikasi Polres Majene masih memasang police line di TKP kebakaran tersebut untuk memastikan olah TKP berjalan lancar dengan mengumpulkan sisa-sisa material yang menjadi penyebab terjadinya kebakaran.
(*)
Gegara Bensin Eceran, Tiga Rumah Ludes Terbakar di Majene














