SPPG UJUNG LARE 002 PAREPARE JAMIN MAKANAN AMAN? 50 PENGELOLA DILATIH KEAMANAN PANGAN


PAREPARE, 7 Januari 2026 – Bagaimana memastikan makanan yang disajikan dalam Program Makan Bergizi Gratis (SPPG) benar-benar aman dan tidak membahayakan kesehatan? Jawabannya adalah dengan memberikan pelatihan khusus kepada pengelola dan penjaga pangan.

Sebanyak 50 orang yang bertugas di SPPG Ujung Lare 002, Kecamatan Soreang, mengikuti kursus keamanan pangan siap saji yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Parepare hari ini. Kegiatan berlangsung di dapur lokasi program tersebut, dipimpin langsung oleh mitra pelaksana Andi Cocang.

Kursus ini fokus pada peningkatan pemahaman mengenai standar keamanan penjamah makanan. Mulai dari tahapan pengolahan, penyimpanan, hingga penyajian, seluruh proses diajarkan agar terhindar dari kontaminasi dan kerusakan pangan.

Materi yang disampaikan meliputi prinsip Good Hygiene Practices (GHP), cara menangani bahan makanan segar maupun olahan, pengendalian suhu penyimpanan, serta pembuatan daftar kontrol keamanan pangan sederhana yang bisa diterapkan secara langsung di lapangan.

“Kami harapkan dengan kursus ini, kualitas pangan yang disajikan dalam program SPPG semakin terjamin aman dan bergizi, sehingga dapat mendukung pertumbuhan dan kesehatan anak-anak serta masyarakat sasaran program,” ujar Yusri Skm selaku pemateri dari Dinkes Kota Parepare.

Para peserta menyampaikan kesan positif. Andi Diaz Lahang, Sulfuani, dan Ananda Qodri yang menjadi relawan pengelola makan bergizimengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru. “Sebelumnya kami hanya mengandalkan pengalaman saja, namun setelah mengikuti kursus ini kami mengetahui cara yang benar untuk menangani makanan agar tidak menyebabkan masalah kesehatan. Terutama mengenai cara menyimpan sayuran dan protein agar nutrisinya tetap terjaga,” ucap mereka.

Kepala SPPG Ujung Lare 002, Rama Ricky Pratama, S.Ak, berharap pelatihan ini memberikan nilai tambah dan keahlian bagi para relawan. “Semoga mereka bisa bekerja sesuai standar yang telah ditetapkan di dapur makan bergizi, menghindari penyakit, serta mengelola makanan dengan baik dan benar,” ujarnya. Ia juga mengutarakan harapan agar program makan bergizi bisa segera diperluas ke sekolah-sekolah yang belum mendapatkan akses di wilayahnya.

Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian kursus, setiap peserta akan mendapatkan sertifikat pelatihan penjamah makanan. Sertifikat tersebut akan dijadikan acuan dalam menjalankan tugas sehari-hari di dapur makan bergizi program ini.