Empat Nelayan Pinrang Terombang Ambing di Perairan Majene, Begini Kondisinya

MAJENE, Ombak besar setinggi 5 meter mengombang ambingkan empat nelayan asal Pinrang yang terdampar di perairan Majene, diduga akibat kapal nelayan tersebut mengalami kerusakan mesin, Senin (21/08/23) pagi.

Seorang nahkoda perahu nelayan, sukri (32) warga Dusun Simpang Saddang kecamatan Lanrisan kabupaten Pinrang saat ditemui di rumah Saharuddin menceritakan kronologis kejadian.
Awal mulanya Sukri bersama empat rekannya Hamsah (45) Saharuddin (28) Kukung (40) meninggalkan dusun Simpan Saddang Jampue menggunakan perahu ukuran 3 GT panjang 12 lebar 2.5 meter untuk melakukan pencarian ikan pada hari Sabtu tanggal 19/08/23 jam 01.00 siang menuju muara Paria Pinrang.

Baca juga  Ganti Bola Lampu, Pria Ini Digaji Rp 290 Juta, Kok Bisa?

Setibanya di muara Paria, salah satu awak kapal menurunkan jangkar untuk melakukan pemancingan. Setelah pemancingan selesai dan sudah mendapatkan hasil mereka pun bersiap siap pulang ke Jampue ternyata mesin tak dapat dihidupkan dikarenakan aki mati.

Baca juga  Breaking News : Kebakaran Dekat Pasar Sentral Majene

Ombak pun semakin besar mencapai ketinggian 5 meter lebih sehingga cuma mengharap bisa melihat daratan.

“Alhamdulillah kami masih selamat, kondisi kami Alhamdulillah sehat cuma pusing sedikit diakibatkan lama terombang ambing di tengah laut sampai kapal kami kandas di bibir pantai Tamo lingkungan Barane. Hasil yang didapatkan sudah busuk sehingga kami buang,” tuturnya.

Baca juga  Sembuh Covid19, Empat Warga Binanga Langsung Berendam di Laut

Keempat korban saat ini sudah berada di rumah sanak saudaranya Saharuddin yang berada di lingkungan Tamo kelurahan Baurung kecamatan Banggae Timur kabupaten Majene, satu kilo dari tempat kandasnya perahu, untuk istirahat dan melakukan pengecasan aki kapal. “Rencana besok akan bergeser kembali ke Pinrang,” ungkapnya. (SA)