Daerah  

BPBD Sulbar Salurkan 10.000 Liter Air Bersih dan Pantau Perkembangan Karhutla

BPBD Sulbar Salurkan 10.000 Liter Air Bersih dan Pantau Perkembangan Karhutla

MAMUJU– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat melalui Tim IV Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dan Kekeringan terus mengintensifkan upaya pemantauan kebencanaan sekaligus memberikan pelayanan distribusi air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah Kabupaten Mamuju.

Langkah tersebut sejalan dengan arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dan dukungan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, untuk memperkuat koordinasi penanggulangan bencana, meningkatkan kesiapsiagaan, serta memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.

Baca juga  Srikandi BPBD Sulbar Taklukkan Biro Barjas dalam Lomba Tarik Tambang HUT ke-81 RI

Berdasarkan Laporan Harian Posko periode 20–21 Oktober 2026, Tim IV melaksanakan pemantauan perkembangan kejadian kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sulawesi Barat melalui Dashboard Pemantauan Karhutla dan situs resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), khususnya terkait informasi sebaran titik panas (hotspot).

Baca juga  Dinas Pangan Sulbar Ikuti Konsultasi Publik Bapanas, Dukung Penyempurnaan Regulasi Keamanan Pangan

Selain pemantauan, petugas juga melakukan pendistribusian air bersih di tiga lokasi, yakni Jalan Soekarno Hatta, BTN Puncak Indah, dan Rumah Jabatan Bupati (Sapota) Kelapa Tujuh, Kelurahan Rimuku, Kecamatan Mamuju.

Total air bersih yang disalurkan mencapai 10.000 liter, dengan rincian 2.000 liter di Jalan Soekarno Hatta, 5.000 liter di BTN Puncak Indah, dan 3.000 liter di Rumah Jabatan Bupati (Sapota) Kelapa Tujuh.

Baca juga  15 Juni 2020, Kemenag Sulbar Terapkan Absensi Online

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah, menegaskan bahwa pemantauan karhutla dan pelayanan pemenuhan kebutuhan air bersih merupakan bagian dari upaya kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi dampak musim kemarau, kekeringan, serta potensi kebakaran hutan dan lahan.

#PemprovSulbar #GubernurSulbar #GubernurSuhardiDuka #bpbdsulbar #bpbdsulawesibarat #sulbartangguh

Naskah :