Daerah  

Bappeda Toraja Utara Laksanakan Sosialisasi Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah

POINSEMBILAN.COM-TORAJA UTARA, Bappeda bekerjasama dengan Puslitbang Pembangunan dan keuangan Daerah Badan penelitian dan pengembangan Kementerian Dalam Negeri melaksanakan Sosialisasi Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah di Ruang Pola lantai III lingkup Perkantoran Marante, Rabu,24 November 2021) yang dihadiri oleh Ibu Lily Salurapa Anggota DPD RI, Dr, Sumule Tumbo, SE MM Direktur IPKD Kapuslitbang Pembangunan dan keuangan Daerah sebagai Narasumber.Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Toraja Utara Yohanis Bassang SE,M Si,

Dalam arahannya menyampaikan sosialisasi ini sangat berharga bagi kita bersama bagaimana kita belajar dalam pengelolaan keuangan sesuai dengan aturan secara konsisten.“karena itu tentu bahwa kita dituntut sekarang untuk bagaimana dalam pengelolaan keuangan negara itu kita kelola secara benar sesuai dengan aturan yang ada. Tentu bahwa kita di daerah antara legislatif dan eksekutif harus seirama dan tentu harus bersama-sama mengikuti aturan yang ada, terlebih kita dari OPD-OPD yang ada, satu yang saya lihat. “Bahwa yang masih kita belum bisa bergerak cepat adalah menyajikan dan memberikan laporan atau data yang benar, akurat, masih persoalan besar bagi kita dan tentu penempatan-penempatan staf pegawai kita yang ada di pengelolaan keuangan itu, terutama yang ada di kasubag keuangan kasubag program,karena secara nasional kita dipandu oleh aturan yang sama .Karena itu kita harus berkompetisi dengan kabupaten lain” Ungkap Bupati Toraja Utara

Beberapa OPD kita ditahun 2022 tidak dapat DAK mungkin karena data kita tidak masuk, kita tidak rutin memberikan laporannya, laporan pun kita harus berikan sesuai dengan kondisi real yang ada, di samping itu juga ada 514 kabupaten kota yang bahasa saya berebut ke pusat berkompetisi menerima dana DAK, kalau kita lihat penerima kabupaten kota mereka terima banyak ada yang bermilyar sementara kita cuma 16 milyar cukup memprihatinkan” Tambahnya “sementara disisi lain PAD kita masih jauh dari harapan sementara dari satu sisi kebutuhan kita untuk membangun daerah ini cukup banyak kenapa,karena jalan-jalan Kabupaten cukup panjang yang harus kita biayai, jembatan, ,sekolah, Puskesmas dan masih banyak sekali yang harus dibenahi dan selama ini kita masih banyak tertolong dari DAK ,PAD kita sangat terbatas.disamping itu DAU ada aturan mainnya, besar kecilnya diterima sebuah daerah itu dipengaruhi oleh luas wilayah, jumlah penduduk, tingkat kemiskinan”lanjutnya.

Dan ini yang berkali-kali sampaikan bahwa memang tidak ada alasan bahwa bapak bapak ditingkat eselon IV perencanaan harus matang. Pejabat eselon IV ini harus kerja keras dan menyajikan data secara akurat kalau tidak tetap kita akan nanti ketinggalan dari daerah, pemerintah pusat selalu mengatakan tidak ada laporan, tidak ada data.Maka perlu tempatkan secara strategis orang sesuai kemampuannya.

Sekretaris merupakan motor penggerak organisasi” tutupnyaIbu Lily Salurapa Anggota DPD RI dalam sambutannya mengatakan ”saya hadir bersama-sama dengan adinda saya Sumule Tumbo karena memang itulah tugas yang utama dari DPD RI adalah harus mengetahui semua apa yang terjadi di dalam di daerahnya karena mewakili daerah itu bukan hanya mewakili Tana Toraja dan Toraja Utara tapi 24 kabupaten kota” ungkapnya.

Saya ketua umum masyarakat Toraja di Jabodetabek, saya selalu menyampaikan kepada masyarakat di sana ada banyak masyarakat Toraja yang berkualitas seperti Bapak SumuleTumbo dan beberapa lagi orang-orang yang ada di kementerian, saya bilang ayo sama-sama gunakan untuk membantu daerah kita, yang merupakan salah satu mitra kerja Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia kegiatan ini harus dipandang baik di mana dalam menjalankan regulasi dan inovasi untuk mencapai tujuan dalam hal tata kelola keuangan daerah dengan kecukupan dengan cakupan yang begitu luas harus mencakup 34” tambahnya.

Kegiatan tersebut dihadiri Sekda Toraja Utara Drs, Rede Roni Bare, M.Pd, Para Anggota DPRD Kabupaten Toraja Utara serta para Kepala OPD. (adv)