Kampus  

Mahasiswa KKN Unhas 115 Edukasi Siswa SD Olah Sampah Plastik Jadi Barang Dekoratif di Desa Pattallassang Bantaeng

Mahasiswa KKN Unhas mengeedukasi kreativitas dan kesadaran siswa tentang limbah plastik menjadi barang dekoratif di SD Inpres Puro’ro, Desa Pattallassang Bantaeng, pada Rabu (14/1/2026). ( Foto: Yunita/ Ist.)

Bantaeng – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 115 Tematik Inovasi Daerah mengedukasi siswa sekolah dasar tentang pengelolaan sampah plastik menjadi barang dekoratif dan bernilai seni.

Edukasi tersebut dikemas melalui program bertajuk P-CORATIVE (Plastik Jadi Kreasi) dan dilaksanakan di SD Inpres Puro’ro, Desa Pattallassang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Rabu (14/1/2026), pukul 08.00–12.00 WITA. Kegiatan ini dikoordinatori oleh Yunita Pratiwi A.

Yunita menjelaskan, P-CORATIVE merupakan program kreatif dan edukatif yang bertujuan menumbuhkan kesadaran siswa terhadap bahaya limbah plastik sekaligus mendorong kreativitas anak sejak dini.

“P-CORATIVE adalah program kreatif untuk mengolah sampah plastik menjadi barang dekoratif atau karya bernilai seni,” ujar Yunita, Minggu (1/2/2026).

Baca juga  Rektor Unhas Lantik 84 Pejabat. Ini Daftar Lengkapnya

Kegiatan ini diikuti oleh 19 siswa kelas V dan VI. Rangkaian acara diawali dengan penyampaian materi mengenai pengertian limbah plastik, dampak negatifnya terhadap lingkungan, serta solusi sederhana yang dapat diterapkan anak-anak dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami ingin menanamkan pemahaman bahwa pengolahan sampah plastik merupakan salah satu solusi lingkungan, dengan cara memperpanjang usia pakainya melalui kreasi tangan,” ungkapnya.

Untuk meningkatkan partisipasi siswa, mahasiswa KKN juga menyelipkan permainan game edukatif berupa pertanyaan seputar sampah plastik. Siswa yang berhasil menjawab pertanyaan diberikan hadiah sederhana.

“Melalui permainan game edukatif, suasana belajar menjadi lebih interaktif dan menyenangkan,” imbuh Yunita.

Tak hanya menerima materi, siswa juga diajak melakukan praktik langsung daur ulang, salah satunya dengan membuat gantungan kunci dari limbah plastik seperti botol bekas, tutup botol, dan kantong plastik.

Baca juga  Mahasiswa KKN Unhas 115 Ajak Warga Manfaatkan Limbah Plastik Jadi Ecobrick untuk Penghijauan di Manggala Makassar

“Membuat gantungan kunci adalah contoh sederhana bagaimana limbah plastik bisa diubah menjadi produk baru yang estetik sekaligus bermanfaat,” jelasnya.

Menurut Yunita, aktivitas tersebut dirancang untuk melatih kreativitas siswa sekaligus menanamkan kesadaran bahwa sampah plastik memiliki nilai guna jika dikelola dengan tepat.

Selama kegiatan berlangsung, para siswa tampak antusias. Mereka aktif bertanya, terlibat langsung dalam proses pembuatan, serta tertarik mencoba kembali kreasi serupa di rumah.

“Kami berharap siswa dapat mengembangkan ide kerajinan dari plastik lainnya secara mandiri,” tuturnya.

Baca juga  Mahasiswa KKN di Toraja Utara Dipulangkan ke Rumah

Pihak sekolah pun memberikan respons positif dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Kepala SD Inpres Puro’ro Desa Pattallassang, Hj. Hasirah, S.Pd., mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKN Unhas.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran mahasiswa yang telah memberikan edukasi kepada anak-anak. Mereka sangat senang jika mahasiswa KKN datang, apalagi bisa belajar sambil bermain game edukatif,” ujarnya.

Melalui program P-CORATIVE, mahasiswa KKN Unhas berharap kesadaran lingkungan dan kreativitas siswa dapat terus berkembang serta ditularkan kepada teman sebaya lainnya.

Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan peduli lingkungan sejak usia sekolah di Desa Pattallassang. (*)