Pemilu  

Bincang Politik, SPI Sultra: Pileg Kendari Harus Beradab

Bincang politik di BtN perumnas poasia Blok A no 169, tentang politik pileg bersama Ketua Sahabat Polisi Indonesia ( SPI) wilayah Sulawesi Tenggara (baju merah)

KENDARI, Proses dan tahapan demokrasi Pemilu Nasional tahun 2024 nampaknya telah dimulai, termasuk pemilihan anggota legislatif di kota Kendari.

Beberapa orang yang mencintai demokrasi di Kota Kendari melakukan ngobrol politik Pilcaleg bersama ketua Sahabat Polisi Indonesia ( SPI ) Wilayah Sulawesi Tenggara di BTN Perumnas Poasia Blok A Nomor 169 kota Kendari, Selasa 24 Januari 2023.

Ketua SPI Sulawesi Tenggara, Laode Saimin, SE, ME berharap hajatan pemilihan anggota legislatif Kota Kendari tahun 2024 sesuai regulasi dan memberikan kebebasan yang nyata bagi rakyat untuk memilih.

Baca juga  Nasdem Makassar Qurban 14 Ekor Sapi

” Persaingan para calon legislatif dan niatan partai politik untuk meraih kursi sebanyak mungkin harus dilakukan dengan cara yang beradab tanpa intimidasi dan politik uang. Biarkan rakyat memilih sesuai rekam jejak dan profil para wakil rakyat” Ucapnya.

Disisi lain, seluruh penyelenggara pemilu diharapkan bisa berpihak pada regulasi yang ada, sehingga ada keadilan suara demokrasi warga Kota Kendari. Kemenangan sebaiknya dilakukan dengan cara baik dan benar untuk rakyat ( achieve power in a good and right way for the sake of the people ), tandas alumni Magister Fekon Universitas Haluoleo tersebut.

Baca juga  Setia Community dan Pro DPFR Bitas Ucapkan Selamat atas Pelantikan Danny Pomanto-Fatmawati Rusdi

Sementara itu, Ados selaku Ketua Lembaga Pemerhati Masyarakat ( LPM ) Sulawesi Tenggara berharap agar pelaksanaan pemilihan legislatif harus sesuai dengan UU No 7 tahun 2017 yang nuansanya ada kebebasan rakyat dalam menentukan pilihan wakil rakyat.

“Politik beradab harus menjadi tugas semua pihak. Fenomena politik klientelisme yang diwarnai dengan pertukaran barang dan jasa, termasuk mencakup politik patronase serta pembelian suara sebaiknya dihindari. pendidikan politik harus terus dilakukan pada seluruh pranata sosial, sehingga esensi demokrasi terjaga dan penyelenggara pemilu bekerja sesuai konstitusi untuk kegembiraan rakyat”, Ucapnya.

Baca juga  Kapolres Parepare Hadiri Zikir Akbar dan Doa Bersama, Ciptakan Pemilu Aman dan Damai

Terpisah, guru besar Fisip Universitas Hasanudin Makasar, Profesor Dwi Aries Tina menyampaikan apresiasi atas diskusi sederhana para pemuda yang cinta demokrasi di Kota Kendari.

“Ngobrol politik pemuda dimanapun itu dan walau hanya beberapa orang sudah seharusnya dilakukan, disebarluaskan pada publik.Dengan cara itu rakyat memiliki referensi untuk memilih calon legislatif”, Ucap Profesor humanis tersebut via WA. (*)