Banyak Pihak Berharap Kasus di Desa Tapong dan Paladang Enrekang Berakhir Damai

Foto : ilustrasi Internet

POINSEMBILAN.COM, Enrekang – Kasus pemukulan yang terjadi karena ketersinggungan akibat sejumlah anak membangunkan sahur di desa Tapong dan desa Paladang Enrekang pada Mei 2020 lalu hingga saat ini terus bergulir di pengadilan Negeri Enrekang.

Sejumlah masyarakat yang ditemui di kedua desa tersebut mengungkapkan kasus yang terjadi di desa Tapong dan desa Paladang tidak seharusya berlanjut ke Pengadilan.

Baca juga  Menko PMK, Kapolri-Panglima TNI Naik Heli Pantau Arus Mudik di Pelabuhan Merak

Berdasarkan pantauan Poinsembilan.com, penduduk pada kedua desa tersebut masih ada hubungan kekerabatan.

Camat Maiwa, Asruddin, S.Sos yang ditemui, Senin (31/07/2020) mengatakan, kasus ini sudah pernah didamaikan, hanya saja ada beberapa pihak yang tidak mau berdamai dikarenakan masih menyimpan perasaan tidak terima dengan perlakuan tersebut. “Padahal pelaku sudah meminta maaf kepada orang tua korban, “ujar Asruddin.

Baca juga  Camat Banggae Timur Kabupaten Majene, Imbau Masyarakat Berhati-hati di Cuaca Ekstrim

Selaku pemerintah kecamatan, Asruddin berharap kasus ini bisa berakhir dengan damai. “Masih mencari cara agar supaya masyarakat yang berproses ke pengadilan Enrekang bisa berdamai. Apalagi antara kedua desa masih ada hubungan kekerabatan,” ungkapnya.

Baca juga  Penyiapan Ekstensifikasi di Dadahup, Ditjen PPKTrans Gelar Workshop

Asruddin berharap, peristiwa ini segera ada solusinya. “Kami masih berharap antara pelaku dan korban bisa damai, apalagi kami tahu antara korban dan pelaku masih ada hubugan keluarga,” tutupnya.