Daerah  

Dinsos Majene Selalu Sigap Bergerak Bantu Korban Pasca Bencana

MAJENE, Dinas Sosial Kabupaten Majene menegaskan, pihaknya selalu ada dan hadir membantu warga korban bencana di kabupaten Majene.

Kepala Dinsos Majene, Muh Jafar saat dihubungi, Jumat (17/6/2022) mengatakan, tadi memang ada pertemuan dengan teman teman mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi soal penanganan pasca bencana. “Namun saya hanya sempat mengikuti setengah karena ada tugas lain yang diberikan pak sekda yang tidak kalah pentingnya. Tapi pertemuan tadi pada intinya adik adik mahasiswa ingin memperjelas semacam SOP atau aturan yang ketika ada bencana, badan penanggulangan bencana langsung bereaksi. Pada intinya itu, karena sedikit sekali saya ikuti. Bagusnya badan bencana yang menjelaskan jangan sampai saya salah memberikan penjelasan,” ungkap Jafar.

Baca juga  Pemkab Majene Gelar Persiapan Sambut Tim Penilai Kabupaten Layak Anak 2022

Khusus untuk dinas sosial, lanjut Jafar, pada dasarnya bergerak ketika pasca bencana. Karena kami hanya sebatas memberikan bantuan kepada manusianya. Misalnya berupa logistik, penyediaan tenda, makanan itu biasanya dari dinas sosial. Kalau mulai dari pendataan kebencanaan, ya tentu badan bencana, kalau dinas sosial sebatas setelah bencana setelah kita assessment misalnya, berapa jiwa, berapa lansia, berapa yang hamil, berapa anak (umur dari 0 sampai 18) baru bisa kami petakan agar mengetahui bantuan apa yang harus kami berikan,” bebernya.

Baca juga  Dinas Sosial Siarah ke Makam Korban 40.000 Jiwa Galung Lombok

Jangan sampai, lanjut Jafar, turun bawa bantuan (lokasi bencana) ternyata banyak orang tua atau lansia, kami berikan makanan kasar. Artinya bantuannya sudah tidak sesuai yang dibutuhkan atau anak anak ada disitu yang butuh susu, popok. “Jadi harus kita assessment. Itu yang benar karena itu SOPnya, pada kenyataannya tidak seperti itu. Jadi untuk dinas sosial seperti itu, kalau terjadi bencana tidak serta merta kita ada di lapangan, paling tidak harus menunggu keadaan dulu, melihat situasi dulu, artinya dalam pengetahuan kebencanaan itu pastinya yang harus diselamatkan dulu kan diri kita sendiri dulu, jangan dulu orang lain, nanti setelah diketahui bencananya seperti apa, itu baru turun badan bencana dengan sosial,” lanjutnya. (satriawan)