PAREPARE — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parepare menggelar pelatihan budaya kerja. Pelatihan itu berlangsung 22-28 Maret 2022.
Disdikbud menyasar TK PAUD, SD, dan SMP di empat Kecamatan. Pelatihan itu dikelompokkan masing-masing sekolah di Kecamatan Soreang, Ujung, Bacukiki dan Bacukiki Barat.
“Pelatihan budaya kerja ini sudah ada di setiap SKPD. Disdikbud mensosialisasikan ke unit kerjanya,” ujar Kabid Kebudayaan Disdikbud, Mustadirham, Sabtu (26/3/2022).
Mustadirham menjelaskan capaian yang harus dipenuhi setiap peserta pelatihan budaya kerja. Capaian itu, kata dia, tersusun dalam konsep nilai-nilai budaya kerja Disdikbud.


“Kita ingin guru menetapkan nilai budaya kerja. Selanjutnya kita minta menyusun indikatornya lalu dibuatkan akronim sesuai dengan khas sekolah,” ujar dia.
Mantan Ketua KNPI Parepare itu melanjutkan, peserta budaya kerja juga diharapkan menyusun rencana tindak lanjut. “Kita juga minta setiap sekolah membuat yel-yel. Yang paling penting juga sekolah harus membuat SK Tim budaya kerja,” pungkasnya.
Sementara itu, Asisten III Pemkot Parepare, Eko W Ariyadi yang menjadi pemateri menekankan dua hal dalam budaya kerja. Yakni, pola pikir dan perilaku.
“ASN harus mampu merubah pola pikir dan budaya kerja. Yakni menjadi budaya yang mengembangkan sikap dan perilaku kerja. Tentunya berorientasi pada hasil yang diperoleh dari produktivitas kerja dan kinerja yang tinggi. Sehingga memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” paparnya.
Pelatihan budaya kerja itu dibuka Kadis Dikbud Arifuddin Idris. Pelatihan itu diisi pembicara dari DPRD dan pejabat Pemkot Parepare.














