Eva Stevany Rataba Tinjau Daerah Terpencil di Tator

POINSEMBILAN.COMTANA TORAJA, Di perjalanan ke surga tersembunyi di Tana Toraja Kecamatan Simbuang, Eva Stevany Rataba bersyukur sekali, tidak hanya menginjakkan kaki tapi juga duduk bersama warga disini dan berdiskusi hingga larut, Sabtu (09/10/2021).

Anggota DPR RI Fraksi partai Nasdem ini menyempatkan diri untuk bertemu warga Simbuang dan beberapa Lembang selama 2 hari. Kecamatan Simbuang merupakan salah satu wilayah terjauh dan cukup sulit dijangkau di Tana Toraja, tidak hanya itu, di kecamatan Simbuang banyak sekali hal yang bisa digali dan dikembangkan.

Di kecamatan Simbuang Eva Stevany Rataba bersama tim didampingi oleh Ritayani layuk Camat Kecamatan Simbang mengunjungi Lembang Mesakada dan kelurahan Sima. Salah satu wilayah di Tana Toraja yang selalu mengundang rasa penasaran, bukan hanya karena jarak tempuh yang sangat jauh, namun juga banyak hal lain yang menarik disana seperti panorama alam yang sangat memanjakan mata, sistem pertanian yang masih tradisional, hasil tenun yang sangat berkualitas dan cantik serta adat budaya leluhur yang masih terjaga, baik dalam bentuk fisik maupun nilai-nilai kehidupan nenek moyang.

Baca juga  TAPD dan Banggar DPRD Majene Paripurna Soal KUPA-PPAS Tahun Anggaran 2022

“Disini masih banyak warga yang memeluk kepercayaan aluk todolo atau kepercayaan nenek moyang kita suku Toraja. Banyak kebiasaan-kebiasaan masyarakat yang mengikuti nilai-nilai dari aluk todolo, namun demikian tidak sedikit warga mulai memeluk agama Nasrani dan muslim tapi aluk todolo sendiri kalau dalam KTP diterangkan sebagai agama Hindu,” jelas Ritayani, Camat Simbuang

Eva Stevany Rataba memberikan bantuan benang tenun untuk kelompok tenun di kampung adat Sarang Dena’ dan kampung adat Ke’pe, menginap di salah satu rumah tongkonan simbuang yang memiliki ciri khas sendiri dan tentunya unik di kampung adat, mendengarkan aspirasi masyarakat dan duduk bersama mendiskusikan hal yang bisa sama-sama diperjuangkan untuk mengembangkan Kecamatan Simbuang.

“Saya duduk bersama keluarga di kampung adat, kami menginap, diskusi yang panjang malam itu. Sekian lama saya sangat ingin menginjakkan kaki di kecamatan Simbuang dan akhirnya tercapai. Tidak hanya menginjakkan kaki tapi juga duduk berdiskusi dengan warga, saya bisa merasakan bagaimana sulitnya mendapatkan akses dalam banyak hal di daerah ini surga tersembunyi di Tana Toraja, ungkapan yang menurut saya tepat untuk Simbuang, tidak hanya disuguhi dengan panorama alamnya yang indah, tapi juga kerajinan tangan dan cerita mengenai adat istiadat yang masih dijaga hingga saat ini,” ungkap Eva Stevany.

Baca juga  Anggota DPRD Rudy Najamuddin Gelar Reses di Cafe Lagota

Dari semua hal yang disampaikan, Eva tidak bisa menjanjikan semua akan terwujud dalam waktu tertentu. “Tapi saya bisa memastikan untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat, untuk mewujudkan ini tentu semua pihak harus bekerja sama dari warga disini sendiri ke daerah bahkan hingga pusat,” tuturnya.

Eva dan tim juga menyempatkan diri untuk beribadah minggu di Gereja Toraja jemaat Sima kelurahan Sima. Gereja ini merupakan salah satu bangunan yang menjadi ikon Kecamatan Simbuang. Gereja tua ini merupakan gereja yang paling pertama dibangun di kecamatan Simbuang dan telah berdiri selama 50 tahun dengan kokoh dan anggun di atas bukit di kelurahan Sima.

Baca juga  Bahas 13 Ranperda,  Bapemperda DPRD Majene Gelar Rapat

“Saya sangat bersyukur bisa ikut beribadah di Gereja Tua di Simbuang, apalagi bisa ikut perjamuan kudus bersama jemaat disana ini adalah momen yang sangat langka,” tutupnya.

Sementara itu, Ritayani Layuk mengatakan, sangat bersyukur dengan kehadiran Ibu dewan di kecamatan Simbuang. “Semoga 9 jam perjalanan yang ditempuh dapat menjadi pengalaman yang berkesan bagi ibu dewan bersama tim. Jadi beginilah keadaan kami di sini, akses jalan menjadi tantangan terbesar bagi kita karena bahkan untuk biaya transportasi ke kota Makale saja, kami harus berpikir sekian kali biayanya, tidak murah bahkan bisa hingga jutaan,” ungkap Ritayani Layuk dalam ibadah Minggu di Gereja Toraja jemaat Sima Kecamatan Simbuang

Sumber: Medcent ESR