Daerah  

STQ XXVIII Majene Ditutup, Ini Pemenangnya

POINSEMBILAN.COM-MAJENE, Kafilah kecamatan Banggae Timur berhasil keluar sebagai juara pertama Seleksi Tilawatil Quran (STQ) ke XXVIII Tingkat Kabupaten Majene dengan mengumpulkan 62 poin. Posisi kedua di raih Kafilah dari Banggae dan juara ke ketiga kafilah dari Kecamatan Ulumanda. Pengumuman para juara dilaksanakan Kamis 4 Maret sekaligus penutupan STQ ke XXVIII di Pendopo rujab Bupati Majene.

Kepala Kemenag Majene Adnan nota menyampaikan, STQ yang telah dilaksanakan berjalan baik dan lancar. Acara yang awalnya dikonsep virtual namun Bupati Majene dinilai sangat “bernyali ” untuk menggelar STQ secara langsung atau tatap muka. Meski tidak sama dengan pelaksanaan sebelumnya, masih banyak juga kelompok masyarakat yang ikut berpatisipasi dengan hadir di lokasi lomba serta tidak mengurangi esensi dari kegiatan tersebut.

Baca juga  Ketua Komisi I DPRD Parepare Bahas Infrastruktur dalam Reses

Adnan juga berambisi membawa kabupaten Majene sebagai juara umum pada pelaksanaan MTQ Provinsi Sulbar tahun 2022 mendatang. Apalagi Majene telah ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksanaan event keagamaan tersebut. “Ambisi saya kita bisa kawinkan juara trophi STQ dan MTQ,” ungkapnya.

Baca juga  Sekprov Sulbar Jamin Jalan Ruas Salutambung Aralle Dikerja Bertahap

Ia juga menyebutkan semua qori qoriah juara 1 – 3 akan dijadikan aset daerah masuk dalam data base untuk pembinaan jangka panjang pelaksanaan MTQ tahun 2022.

Bupati Majene Lukman yang menutup kegiatan tersebut menginstruksikan kepada Bappeda Majene untuk memasukkan anggaran pembinaan MTQ dan STQ dalam perencanaan. Lukman sangat yakin dengan penganggaran yang baik akan menghasilkan juara juara di tingkat Provinsi. “Saya minta kepada Bappeda masukan dalam perencanaan kita, dimulai setelah ini dihadirkan di penganggaran APBD Perubahan, ” ucapnya.

Baca juga  Sekprov Sulbar Sebut, Pemilu Bisa Menjadi Pemersatu Perbedaan Politik

Selain itu, lukman juga mengkritisi peserta di cabang tafsir alquran yang sangat minim. Ia meminta kepada seluruh stakeholder terkait untuk menjadikan hal tersebut sebagai pekerjaan rumah untuk diselesaikan. “479 tahun Majene itu berdiri tapi tidak ada peserta yang mampu untuk tafsir, saya minta ini menjadi PR kita,” terangnya.

Total hadiah berupa uang pembinaan yang dibagikan kepada pemenang senilai Rp 72 juta. (Ih)