Wisata  

Sejumlah Pencinta Sandeq Berharap Sandeq Marathon Tetap Ada, Meski Sebatas Polman ke Majene

Sandeq Silumba 2026 Tetap Digelar

MAJENE, Sejumlah pencinta lopi sandeq di Majene berharap pemerintah tetap menggelar sandeq silumba 2026, terutama sandeq maraton, meskipun rutenya dibatasi sebatas Polman ke Majene.

Salah seorang pencinta sandeq di Garogo Ambalu yang ditemui Kamis (2/7/2026) mengatakan, keterbatasan anggaran pemerintah, seharusnya tidak menjadi kendala untuk ajang sandeq marathon.

“Sandeq ini sudah masuk dalam kalender nasional, artinya nilai jualnya cukup tinggi. Jika panitia kreatif dan lincah, saya kira banyak cara untuk mencukupi anggaran perhelatan sandeq silumba 2026,” ujar Ambalu sesekali mengamplas sandeq Sulbar 99.

Baca juga  Danrem 141 Toddopuli dan Rombongan Nikmati Pesona Eksotis Pulau Dutungan

Salah satu cara, menurut nelayan Garogo Selatan itu, panitia melobi kementerian pariwisata di Jakarta, setidaknya bisa membantu menggelontorkan dana untuk sandeq. “Boleh juga berupa sponsor. Sandeq ini nilai jualnya tinggi, banyak masyarakat yang antusias, saya kira banyak sponsor yang mau terlibat, seperti Perusahaan swasta maupun perusahaan Pemerintah,” jelasnya.

Baca juga  Danrem 141 Toddopuli dan Rombongan Nikmati Pesona Eksotis Pulau Dutungan

Hal senada diungkapkan Melodi, juga salah satu pencinta sandeq. Menurut Melodi, jika anggaran tak mampu untuk marathon rute Pantai Silopo Mamuju dan mengelilingi Pulau Karampuang, rutenya dipangkas saja. “Cukup dari Pantai Bahari Polman ke Pamboang, Pamboang ke Banua dan Banua finish di Malunda,” ujar Melodi semangat.

Seorang pecinta sandeq yang lainnya, Anggada berharap kepada pemerintah untuk tetap diadakan sandeq marathon. ” Jangan cuma lomba segitiga, kurang seru. Masa jadi menurun. Idealnya itu semakin bertambah tahun, semakin bervariasi sandeq silumba, ini malah jadi menurun,” ujarnya kesal.

Baca juga  Danrem 141 Toddopuli dan Rombongan Nikmati Pesona Eksotis Pulau Dutungan

Sekadar diketahui, beberapa tahun sebelumnya, sandeq race sudah sering digelar dan diprakarsai salah seorang warga asing bernama Horst, meskipun tidak tersedia Anggaran dari APBD, namun kegiatan bisa jalan berkat bantuan sejumlah pihak.