RSUD Majene Miliki 13 Dokter Spesialis, Enam Diantaranya Tak Difasilitasi Mobil Dinas

(foto : internet)

SULBAR99NEWS.COM-MAJENE, Berbagai langkah ditempuh manajemen RSUD Majene untuk meningkatkan kelasnya dari Tipe C menuju Rumah Sakit Tipe B. Salah satunya mendampingi Komisi 3 DPRD Majene melakukan kunjungan kerja di dua rumah sakit tipe B di Sulawesi Selatan, yakni RS Haji Makassar dan RS Syekh Yusuf Kabupaten Gowa, Minggu (24/10/2021).

Agenda kunjungan yaitu untuk percepatan peningkatan kelas RSUD Majene, dari Rumah Sakit Tipe C ke tipe B.

Direktur RSUD Majene, Dr. Hj. Yupie Handayani M. Kes yang dihubungi (Senin (25/10/2021) mengatakan, ada dua rumah sakit yang dikunjungi, yakni RS Haji dan RS Syekh Yusuf Gowa. “Banyak yang kita dapat. Memang untuk percepatan, antara lain harus dukungan pemerintah full, kenapa, karena kelengkapan sarana prasarana dan SDM yang utama,” ujarnya.

Dr. Yupie menjelaskan, dalam Permenkes Nomor 3 tahun 2020 tentang klasifikasi dan perizinan rumah sakit, persyaratannya untuk menuju tipe B, harus memiliki paling sedikit 200 tempat tidur. “Kita kan sudah punya 181 (tempat tidur) tidak ada masalah itu, Insya Allah. SDMnya ini yang memang harus terpenuhi, juga sarana prasarananya. Dokter ahlinya itu yang utama, alat kesehatannya (alkes),” jelas Dokter yang selalu tampil feminim ini.

Dr. Yupie membeberkan, bagaimana caranya mau mendatangkan dokter spesialis, sementara teman-teman dokter spesialis yang ada di RSUD Majene saat ini masih ada yang tidak dilengkapi sarpras. “Misalnya rumah dinas, mobil dinas. Sekarang ada 13 dokter spesialis di RS Majene, 4 masih sekolah, enam dokter ahli yang belum ada mobil dinasnya, enam yang belum ada rumah dinasnya,. Jadi bagaimana caranya, terus kalau saya mau panggil orang datang, pasti itu yang duluan ditanya ke saya, apa yang saya dapat di Majene, ada mobil dinas? ada rumah dinas?,” ungkapnya.

Kalau mau mendatangkan dokter spesialis, yang ada saja belum dilengkapi fasilitas sarana dan prasarana. “Jika (dokter spesialis yang didatangkan diberikan fasilitas mobil dinas dan rumah dinas, sementara dokter ahli yang ada, masih ada yang belum mendapatkan fasilitas) itu, akan menimbulkan keributan,” jelasnya lagi.

Dr. Yupie sangat mengharapkan agar sarana dan prasarana para dokter ahli yang ada di RSUD Majene untuk lengkapi dulu. Selain itu, alkes mereka untuk berkegiatan juga harus dilengkapi. “Selama ini kita tidak didukung Dana Alokasi Umum (DAU), sementara kalau di RS Syekh Yusuf, pembangunan gedungnya saja itu DAU yang biayai,” ungkapnya.

Mantan Kepala Puskesmas Banggae I itu menambahkan, RS Haji dan RS Syekh Yusuf adalah Rumah Sakit tipe B non pendidikan, karena ada juga rumah sakit tipe B pendidikan. “Langkah awalnya dulu, harus membentuk tim percepatan untuk peningkatan kelas, dari tipe C ke tipe B. Dan timnya ini lintas sektor, bukan hanya RS Majene saja, ada BKKBN, BKAD, Dinas PUPR, ada Bappeda dan ada dinkes,” pungkasnya. (wan)